
BANDUNG, BANDUNGPOS.ID – Sebanyak 10 pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Soft Tenis Indonesia (PESTI) Jawa Barat tampil di Kejuaran Provinsi (Kejurprov) Soft Tenis Jawa Barat 2026 Piala ePPsi. Kejurprov yang akan digelar 10-12 Februari tersebut dilaksanakan di Goat Arena Lapangan Tenis Indoor Siliwangi, Jalan Manado Kota Bandung.
Tampak hadir pada acara pembukaan Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat (PP) PESTI Bambang Haryono, Sekretaris Umum KONI Jabar Gianto Hartono, Ketua Umum PESTI Jabar Andy Karyadi Ruskana Garna dan Kepala Bidang (Kabid) Prestasi Dispora Jabat Sandi Ariesma.
“Dengan berbagai persoalan yang ada dilingkup nasional dan khususnya Jawa Barat, hari ini dengan kekuatan dan kemandirian PESTI bersama sponsorship, kejuaraan bisa terlaksana. Oleh karena itu sekali lagi kami sangat mengapresiasi kegiatan hari ini,” ujar Sekretaris umum KONI Jabar Gianto Hartono sesaat usai acara pembukaan, Selasa (10/2/2026).
Terkait raihan sukses cabor soft tenis di PON 2024 dengan menyabet gelar juara umum, Gianto mengatakan dipentas PON edisi mendatang, gelar prestisius tersebut tentunya harus dipertahankan.
“Saya optimis dengan kepengurusan yang solid dibawah kendali Pak Andy serta atlet bertalenta mumpuni, cabor soft tenis Jabar bakal mampu mengulang kejayaannya yaitu menjadi juara umum PON,” ucap Gianto.
Sementara itu Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat (PP) PESTI Bambang Haryono memberi apresiasi atas kinerja PESTI Jabar dengan menggelar Kejurprov Soft Tenis Jawa Barat 2026 Piala ePPsi.
“Ini menunjukkan kemandirian PESTI Jabar untuk menggelar event profesional. Oleh karena itu kedepannya sebagai kegiatan olahraga, kami optimis bisa dkembangkan sebagai olahraga entertain. Kejuaraan ini bisa dikatakan sebagai langkah awal memperkenalkan cabor soft tenis ke berbagai kalangan masyarakat,” ungkap Bambang.
Ditempat yang sama , Ketua Umum PESTI Jabar Andy Karyadi Ruskana Garna merasa bersyukur memiliki tim yang hebat. Pasalnya, terhitung dua bulan setelah dilantik sebagai Ketua Umum PESTI Jabar, pentas Kejurprov langsung tergelar. Hal ini tentu menjadi kredit poin bagi Ketum Andy Karyadi beserta jajaran pengurusnya.
“Saya dibantu oleh pengurus yang hebat-hebat yang punya misi dan visi sejalan. Dan yang tak kalah pentingnya adalah dukungan sponsor,” kata Andy.
Andy menegaskan, gelaran Kejurprov menjadi arena untuk atlet muda soft tenis Jabar menguji kemampuan dan mengukur diri untuk terjund i event-event berikutnya.
“Soft tenis bisa lebih memasyarakat dan bisa lebih dikenal lagi. Kurang lebih itu yang menjadi salah satu alasan kenapa Kejurprov soft tenis digelar mulai hari ini,” ujar Andy.
Predikat juara umum di PON 2024 bagi PESTI Jabar menjadi tantangan tersendiri untuk lebih bekerja keras mempersiapkan atlet sebaik mungkin.
“Menyongson PON, kita memiliki waktu dua tahun dan setelah Porprov kita bisa mengidentfikasi apa yang harus kita kerjakan jelang PON,” ungkap Andy.
Disisi lain Kepala Bidang (Kabid) Prestasi Dispora Jabar Sandi Ariesma mengapresiasi kejurprov yang diinisiasi PESTI Jabar. Menurutnya, dalam interval waktu relatif pendek usai pelantikan, PESTI Jabar sudah mampu menggelar Kejurprov. Ini tentu menjadi catatan bagus untuk kepengurusan PESTI Jabar yang baru dilantik.
“Saat ini seolah ada tuntutan untuk setiap cabor mampu mandiri, tak lagi total tergantung anggaran dari pemeintah. Soal kemandiran (anggaran) sekarang sudah diperlihatkan PESTI Jabar. Saya rasa ini menjadi contoh yang baik untuk di adop oleh cabor lainnya,” papar Sandi.
Ketua Panitia Pelaksana Kejuaran Provinsi (Kejurprov) Soft Tenis Jawa Barat 2026 Piala ePPsi, Boogie Gustara Manggala mengatakan, ketebatasan di cabor soft tenis adalah soal peralatan. Ini karena Indonesia belum memprouksi peralatan soft tenis.
“Bolapun sama. Memang ada produksi di pengurus pusat namun kualitasnya belum standar property untuk digunakan. Sekarang ada 20 raket didistribusikan dari pengurus pusat ke Pengprov. Kemudian secara mandiri pengprov PESTI Jabar mengadakan raket, bola dan pressurizer (pompa) yang di import dari Jepang yang kualitasnya sudah memenuhi standar intrernasional,” ungkap Boogie yang juga ketua I Bidang Organisasi PEST Ijabat
Untuk seluruh pengcab – lanjut Boogie, ada 50 raket soft tenis yang disediakan Pengprov PESTI Jabar, namun yang didistribusikan ke pengcab sebanyak 40. Sisanya, 10 raket soft tenis menjadi inventaris PESTI Jabar. (den)





