Musik & Budaya

Ngopi Sewarung; Strategi Perang Jokowi

Mother Park Behind of the Napa’s Mosque

142views

Ngopi Sewarung:

Strategi Perang Jokowi

ADAKAH Presiden RI atau tokoh nasional yang pernah mendapat pelanggaran dan fitnah keji bertubi-tubi sepanjang karya? Hampir tak ada, kecuali Pak Jokowi Presiden Ketujuh Republik Indonesia. Ia pernah difitnah sebagai PKI, keturunan Cina, anti Islam, plonga-plongo, korupsi, antek oligarki, asal usul orang tua gak jelas, dan terakhir yang sedang berkembang difitnah memiliki ijasahnya palsu.

Tapi coba perhatikan apa yang terjadi dengan semua orang dan kelompok yang pernah menghina dan memfitnahnya? Semuanya menyerah, kalah dan tumbang. Habib Rizieq (HRS) dkk dulu sering mencaci maki Jokowi di ruang publik dengan berbagai tuduhan. HRS tumbang dan berhenti mencaci maki setelah masuk jeruji. Jenderal Prabowo (sebelum menjadi Presiden RI) tokoh nasional dari keluarga terkuat di Indonesia juga menyerah dan akhirnya mengakui Jokowi sebagai guru politiknya. Padahal, sebelumnya habis-habisan menyerang Jokowi di momen dua kali Pilpres. Pemimpin negara-negara kapitalis Barat malah memberi penghargaan kepada Jokowi sebagai salah satu presiden terbaik dan berpengaruh. Padahal sebelumnya, di Forum WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) menyerang kebijakan Jokowi dalam hal hilirisasi nikel dan produk sumber daya alam Indonesia lainnya. Kelompok LSM dan politisi di dalam dan luar negeri mengkritik pembangunan Ibukota Nusantara (IKN) yang digagas era Jokowi setelah semua unit pembangunan di IKN kini hampir rampung.

Apa dan bagaimana sebetulnya yang dilakukan Jokowi hingga semua lawan-lawan politiknya tumbang?! Tidak ada yang ia lakukan kecuali diam dan diam seperti batu. Batu yang sangat keras. Ia diam sambil terus meningkatkan kualitas ketulusan dan keikhlasan dalam bekerja keras membangun negeri. Ia diam sambil memperbaiki kualitas akhlak pribadi. Ia diam sambil tiada henti melayani rakyatnya di pelosok negeri. Jokowi adalah batu yang keras. Saking kerasnya batu itu, siapapun yang memukul dan menendangnya kesakitan, patah, jatuh, dan hancur sendiri. Ia tak punya strategi perang khusus, kecuali menjadi batu yang keras. Itulah Strategi Perang Jokowi.

Saat ini Jokowi masih bermakna dan difitnah. Difitnah memiliki ijasah palsu. Kali ini tidak diam. Tuduhan sudah merusak nama baik pribadi dan keluarga, juga berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagaimana mungkin ijasah yang sudah dipakai untuk menjadi walikota, gubernur, dan presiden dua periode untuk membangun negara tiba m-tiba disembah palsu tanpa dasar etika dan logika keilmuwan serta fatsun kelembagaan perguruan tinggi (UGM).
Siapa pula Roy Suryo Cs, berani-beraninya terus menerus menyebarkan fitnah di ruang publik?! Jokowi melaporkan Roy Suryo Cs ke pihak kepolisian. Tapi setelah melaporkan , Jokowi kembali ke sifat dan sikap aslinya, diam. Tidak merespon segala fitnahan Roy Suryo Cs di ruang publik. Roy cs pusing sendiri, kelabakan, panik, takut, dan sakit sendiri. Roy cs tahu dan sadar bahwa mereka sangat kecil, cuma pion kerdil dibandingkan lawan politik Jokowi sebelumnya yang sudah tumbang duluan. Sebentar lagi Roy Cs pun akan tumbang. Pengadilan akan menghukumnya dengan hukuman yang cukup berat.

Pahami perasaannya,
Tuan Sepuluh.

Leave a Response