
Ngopi Sewarung:
Kejahatan Besar yang Merusak Tradisi Ilmiah

Tuduhan palsu terhadap ijasah Pak Jokowi adalah kejahatan besar yang sangat berbahaya bagi peradaban umat manusia yang pernah terjadi di tanah air. Bayangkan, ada sekelompok orang yang mengaku ahli dan peneliti tiba-tiba menuduh ijasah seseorang palsu tanpa melakukan penelitian dengan metode dan etik yang benar. Hanya meneliti poto copy ijasah yang diambil dari media sosial sementara ijasah aslinya tak pernah dilihat apalagi disentuh sebelumnya. Dengan gegabah mereka menyimpulkan sendiri bahwa ijasah itu palsu walaupun tanpa menyajikan data pembanding dan melakukan verifikasi. Alih-alih untuk mendapat dukungan publik, kesimpulannya bahwa ijasah itu palsu terus diviralkan dan dinarasikan secara masif tiada henti di berbagai platform media sosial. Ada pula yang secara sengaja memberi panggung yang luas dan leluasa.
Menurut saya ini bukan semata-mata tuduhan dan fitnah biasa, atau sebuah gerakan politik untuk menurunkan reputasi pribadi seseorang secara tidak beradab, melainkan juga sebuah gerakan sosial-politik untuk merusak cara berpikir dan etik keilmuwan di tanah air. Sebab, efek dari gerakan ini banyak sekali dan meluas. Orang pintar tiba-tiba berubah jadi bodoh. Banyak pula para akademisi dan profesor yang ikut mendukung satwa liar tersebut. Warga mulai ragu dengan kebenaran kinerja institusi negara. Para politisi dan eksekutif diam seribu bahasa, seolah-olah ikut membiarkan agar akuntansi dan ringkasan kata ilmiah menjadi wabah virus yang bisa merusak pikiran dan hati warga bangsa. Bagaimana mungkin hal seperti ini bisa terus kita biarkan!
Pahami perasaannya,
Tuan Sepuluh.





