Bandung Raya

Pelatihan BMC dan Pelayanan Prima Perkuat Usaha Olahan Singkong di Kecamatan Cimenyan

211views

KABUPATEN BANDUNG, PRIPOS.ID –Langkah penguatan kapasitas pelaku usaha mikro dan kecil kembali digaungkan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang digelar di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Pelatihan bertema “Business Model Canvas dan Pelayanan Prima bagi Kelompok Usaha di Kecamatan Cimenyan” tersebut berlangsung pada Selasa (21/10) di Desa Cimenyan, dengan dihadiri para pelaku UMKM dari berbagai desa di wilayah setempat. Peserta berasal dari beragam bidang usaha, mulai dari kuliner hingga produk olahan lokal berbasis bahan baku pertanian seperti singkong dan kulit singkong.

Agenda ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan wirausaha masyarakat, khususnya dalam menyusun model bisnis berkelanjutan dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Melalui pengenalan Business Model Canvas (BMC), peserta diajak memahami cara memetakan nilai produk, segmentasi pasar, aktivitas operasional, hingga strategi finansial secara sederhana. Sementara itu, materi pelayanan prima menekankan pentingnya kualitas interaksi pelaku usaha dengan pelanggan, sebagai elemen krusial dalam bersaing di sektor UMKM.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Diamonalisa dari FEB Unisba, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan jawaban atas kebutuhan pelaku usaha di Cimenyan yang tengah berupaya mengembangkan usaha rumahan menuju bentuk usaha yang lebih profesional.

“Potensi UMKM di Cimenyan sangat besar, ditopang oleh sumber daya alam dan kreativitas warganya. Namun banyak yang belum memahami strategi bisnis modern maupun pentingnya pelayanan prima. Melalui PKM ini, kami ingin mereka bisa naik kelas dan lebih siap menghadapi persaingan,” katanya.

Para peserta merasakan manfaat nyata dari pelatihan tersebut. Mereka mengaku lebih memahami penyusunan strategi usaha, penentuan target pasar, hingga cara membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan pelanggan.

“Saya baru menyadari pentingnya membuat model bisnis untuk melihat kekuatan dan kelemahan usaha kami. Materi tentang pelayanan prima juga membuka wawasan kami agar usaha semakin dipercaya,” ujar salah satu peserta.

Kegiatan ditutup dengan rencana pendampingan teknis berkelanjutan. Tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Unisba akan melanjutkan monitoring untuk memastikan seluruh konsep bisnis yang dipelajari dapat diterapkan dengan baik di lapangan.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Cimenyan, sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha mikro. (askur/png)

Leave a Response