Bandung Raya

Pengusaha Dayeuhkolot ‘Pelit’? Bupati Sindir Kontribusi Minim, Banjir Tetap Mengintai!

199views

KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS ID.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menargetkan inisiatif pentahelix untuk mengatasi banjir di Dayeuhkolot dapat dimulai pada Januari 2026. Dengan komitmen kuat, Bupati berupaya menekan banjir semaksimal mungkin dan mempercepat solusi tuntas bagi wilayah yang sering terdampak bencana ini.

Dalam rapat koordinasi yang diadakan di Gedung Pinus Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa, pada Selasa, 11 November 2025, telah disepakati pembentukan panitia Program Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot. Panitia ini terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara yang akan mempersiapkan rencana aksi dan teknis hingga Desember 2025, melibatkan perusahaan dan tokoh masyarakat setempat.

Meskipun penanganan dilakukan secara pentahelix, Bupati Dadang Supriatna menekankan pentingnya anggaran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Bandung sendiri telah mengalokasikan Rp5 miliar dari APBD 2026 untuk perbaikan Jembatan Sukabirus (Rp4 miliar) dan Jembatan Psigaran (Rp1 miliar).

Bupati mengingatkan sekitar 30 perusahaan yang beroperasi di Dayeuhkolot untuk tidak bersikap egois dan memberikan kontribusi nyata demi kenyamanan wilayah operasional mereka. Ia menekankan bahwa penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga para pengusaha yang akan menikmati manfaat dari keberhasilan upaya pentahelix ini.

Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan delapan langkah strategis yang harus dilakukan dalam penanganan banjir Dayeuhkolot. Langkah-langkah ini meliputi normalisasi saluran drainase, Polder Babakan Sangkuriang, Sungai Cipalasari, serta pengerukan saluran lingungan Bojongasih dan U-Ditch BBWS Dayeuhkolot. Total biaya yang diperlukan untuk semua ini mencapai Rp9,5 miliar.

Dari 30 perusahaan yang beroperasi di Dayeuhkolot, semuanya menyatakan siap untuk membantu pelaksanaan delapan langkah strategis penanganan banjir ini. Dengan sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, perusahaan, masyarakat, akademisi, dan media, diharapkan masalah banjir di Dayeuhkolot dapat segera teratasi. (Iding/bnn)

Leave a Response