
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jabar 2025 cabang olahraga (cabor) angkat berat digelar mulai 3 hingga 9 Oktober mendatang di Hall Pabersi Jabar komplek GOR Pajajaran Bandung.
.Jumlah atlet yang berpartisipasi di BK cabor angkat berat kali ini mencapai 162 atlet yang datang dari 20 daerah. Untuk satu daerah minimal diwakili 4 atlet dari setiap pengcab PABERSI kota dan Kabupaten se Jabar.
“Hasil dari BK ini saya nilai prospeknya bagus sekali terutama banyak atlet-atlet baru dari daerah, BK angkat berat digelar dalam rangka mengambil tiket ke Porprov. Setiap kelas akan kita ambil 8 atlet, diluar tuan rumah (kota Bogor) yang mendapat wild card,” ujar Ketua Pengprov Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Jabar Sugito disela-sela BK berlangsung, Minggu (5/10/2025) di Hall PABERSI Jabar, komplek GOR Pajajaran, Kota Bandung.
Sugito mengatakan, pihaknya sudah memberi pengarahan kepada setiap Pengcab PABERSI agar minimal ranking 5 bisa dikirim ke Porprov, hal ini menyangkut efisiensi anggaran.
“Anggaran Porprov di kota Bogor ini saya rasa agak bengkak karena didanai dari anggaran daerah penyelenggara. Untuk penyelenggaraan BK ini kami dibantu KONI Jabar sebesar Rp.50 juta. Sementara untuk biaya penyelenggaraan (BK angkat berat) total mencapai Rp.105 juta. Kami upayakan semua bisa tertutup (pembiayaan Rp.105 juta), ini tak lain guna mendukung program KONI Jabar untuk menggelar BK dengan lancar,” ungkap Gito – panggilan akrab Sugito.
Kedepan Gito berharap, atlet angkat berat yang bertanding di BK bisa sebanyak-banyaknya lolos ke Porprov untuk kemudian bisa tampil di PON 2028. Tradisi sebagai juara umum cabor angkat berat dibeberapa edisi PON – tekad Gito, akan terus dipertahankan.
Soal regulasi baru di cabor angkat berat, Gito mengatakan akan diputuskan usai Porprov. Selain itu juara di Porprov belum menjadi jaminan tampil di PON karena menjelang PON bakal digelar lagi seleksi susulan guna meramu atlet yang benar-benar mumpuni.
“Perlu juga menjadi catatan, KONI Jabar pada Desember mendatang akan melakukan cek kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jabar menyangkut mutasi dan domisili atlet, meski disisi lain cabor angkat berat Jabar tidak terkontaminas atlet dari luar (Provinsi). Yang ada mungkin mutasi atlet dari daerah ke daerah (seputar Jabar), misalnya mutasi atlet dari Kabupaten Kuningan ke Kabupaten Bogor, ini diperbolehkan,” urai Gito,
Dikesempatan yang sama Technical Delegate (TD) BK Porprov cabor angkat berat Usdi Permana mengatakan, sebanyak 17 nomor dipertandingkan di BK kali ini atau lebih banyak 2 nomor dibanding yang dipertandingan di PON 2024 yang mempertandingkan 15 nomor.
“Nomor yang dipertandingkan di angkat berat itu sebetulnya ada 18, namun yang dipertandingkan di BK ini ada 17 nomor. Sementara satu nomor lagi – yang tidak dipertandingkan, ada di nomor putri kelas 43 kg. Kita sebenarnya patuh di nomor-nomor standar nasional . Namun kendalanya di nomor kecil kita kurang (kekurangan atlet). Di nomor putri kelas 43 kg syaratnya harus junior dan dibawah 23 tahun,” ujar Usdi.
Usdi mengatakan, dari 17 nomor yang dipertandingkan, setiap pengcab PABERSI kota dan kabupaten beragam dalam hal ikut di nomor yang dipertandingkan. Umumnya setiap pengcab mengirimkan dibawah 10 nomor namun ada juga yang diatas 10 nomor .
“Pengcab kota dan kabupaten tidak ada yang sampai mengirimkan full team (17 nomor pertandingan). Mayoritas berada di angka 15 nomor tapi berbeda kelas. Daerah yang tampil di 15 nomor antara lain Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kabupaten Purwakarta,” tutur Usdi.
Usdi mengurai, di sektor senior tak ada batasan usia. Fakta menunjukkan di cabor angkat berat – khususnya, semakin bertambahnya usia – minimal 40 tahun, semakin eksis. Juara angkat berat dilevel PON – misalnya, berkisar diangka 35 – 40 tahun.
Peta persaingan – khususnya dikelas menengah ke atas, Usdi menilai bakal sengit. Batu sandungan dikelas tersebut bakal datang dari Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor. Sementara dari wilayah Priangan Timur sejauh ini kekuatannya belum menonjol, seperti kota/kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Garut. (den)




