Oleh Ridhazia
Sahabat Nabi Muhammad SAW itu super kaya, lho. Kalau uang dinar yang dimilikinya dikonversi menjadi rupiah tembus triliunan rupiah.
Ada lima tokoh yang dicatatkan dalam sejarah Islam sebagai sahabat pada era Rasulullah yang ikut berperang. Juga pebisnis sukses. Pundi kekayaan malah disumbangkan untuk agama yang diyakininya.
(1) Abdurrahman ibn ‘Awf (580-652 ) kekayaannya ditaksir mencapai Rp 6,21 triliun. Pebisnis ulung ini dicatat dalam sejarah membagikan hartanya untuk veteran Perang Badar.
Uang yang tersisa dari sahabat yang kedelapan masuk Islam itu belum dihitung 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, dan 3.000 ekor kambing.
(2) Sahabat lainya yang super kaya yaitu Az-Zubayr ibn al ‘Awwam (594-656 M). Saat setelah wafat kekayaan yang tersisa masih Rp 3,54 triliun yang dihitung dari tanah dan rumah di Madinah, Nasrah, Kufah dan Mesir.
(3) Sahabat Utsman ibn ‘Affan (577 – 656 M) saat wafat meninggalkan kekayaan senilai Rp 2,53 triliun tunai. Sebagian lain dihitung dari nilai jual ribuan unta.
(4) Thalhah ibn ‘Ubaydillah (598-656 M) mencatatkan kekayaan seorang sahabat Nabi
dengan total Rp 542,1 miliar. Seluruh harta kekayaan yang tercatat terdiri atas tunai dan sedekah uang telah dibagikan.
(5) Sa’d ibn Abi Waqqash (600-675 M) saat wafat menyimpan kekayaan senilai Rp 15,38 miliar. Ia dicatat dalam sejarah termasuk generasi awal yang memeluk Islam setelah Abu Bakar ra, Ali ra, dan Zayd ra.
Dirujuk dari Dewan Syariah Nasional MUI kekayaan yang dicatatkan dalam sejarah kehidupan para sahabat Nabi belum sepenuhnya terverifikasi. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





