Maslika Hamid, Sosok Perempuan Tegar Bagai Karang Pantai Halmahera
Maslika Hamid, Sosok Perempuan Tegar Bagai Karang Pantai Halmahera
HALMAHERA, BANDUNGPOS–Maslika Hamid, sosok perempuan tegar bagai karang di pantai Halmahera, adalah jantung yang menghidupkan Perpustakaan Fala Gaku Desa Bobo. Dedikasinya sebagai guru seni tak pernah luntur, ia adalah pelita bagi generasi penerus Desa Bobo, mengajarkan anak mencintai dan melestarikan kekayaan budaya warisan leluhur di Maluku Utara. Di ruang perpustakaan yang sederhana namun kaya akan ilmu, Maslika menanamkan benih-benih kecintaan pada seni, khususnya pidato, puisi, dan tarian tradisional.
Setiap pagi, malam suara Maslika yang lembut namun penuh semangat menggema di antara rak-rak buku. Ia membimbing anak-anak menemukan keindahan diksi dalam puisi-puisi lokal, mengajarkan teknik berpidato yang memukau, serta melatih gerak tari Lenso, dan Cakalele, lalayon, togal dengan penuh kesabaran. Jemarinya yang lentik menari di udara, menunjukkan lenggok dan filosofi setiap gerakan, sementara bibirnya tak henti-hentinya mendendangkan syair-syair berbahasa daerah yang sarat makna.
Tak hanya mengajarkan teknik, Maslika juga menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap karya seni. Ia menceritakan kisah-kisah heroik para leluhur, legenda yang mengakar kuat di tanah Maluku Utara lebih khusus di desa bobo, serta kearifan lokal yang tersimpan dalam setiap bait puisi dan gerak tari. Anak-anak mendengarkan dengan tekun, mata dorang berbinar-binar penuh rasa ingin tahu dan kebanggaan akan warisan budaya.
Perpustakaan Fala Gaku, di bawah Asri S Gosora, bukan sekadar tempat meminjam dan membaca buku. Tempat ini bertransformasi menjadi pusat kegiatan seni dan budaya, di mana generasi muda berkumpul, belajar, dan berkreasi. Suara tifa dan gong seringkali menghiasi sore hari di perpustakaan, diiringi nyanyian dan tarian energik anak-anak.
Maslika tak pernah lelah mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk melestarikan budaya Maluku Utara. Baginya, mengajar bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian dan tanggung jawab untuk memastikan api seni dan budaya tetap menyala terang di hati generasi penerus. Ia bermimpi, kelak anak-anak didiknya akan menjadi duta-duta budaya, membawa nama Perpus Fala Gaku desa Bobo Kec Mandioli Utara kab Halmahera Selatan bersinar di pentas nasional maupun internasional. Dan melalui dedikasinya yang tak pernah pudar, mimpi ini mulai dari desa polosk Halmahera.**( Release/BNN)





