Oleh Ridhazia
Cuaca mendung dan dingin ternyata memaksa seseorang merasa mengantuk.
Riset ilmiah menjelaskan cuaca dan suasana mendung dan dingin itu mempengaruhi tubuh manusia memproduksi lebih banyak hormon melatonin yang lazim mengatur siklus tidur.
Gelombang Alfa
Apalagi kalau ditambah suara hujan yang kerap terdengar berirama dan meninabobokan yang membuat otak rileks dan menghasilkan gelombang alfa, yang mirip dengan keadaan otak saat tidur.
Kata para ilmuwan, gesekan antara hujan dan udara menghasilkan ion negatif yang dapat membuat sistem saraf, kardiovaskular, darah, dan pernapasan meningkat.
Ion negatif juga dapat memberikan efek menenangkan dan hipnosis. Tubuh manusia akan bereaksi terhadap perubahan suhu itu sekaligus menurunkan aktivitas metabolisme.
Hipnosis
Efek menenangkan dan hipnosis inilah yang dapat merangsang otak memilih tertidur dengan mudah.
Pada saat hujan, ada lebih banyak uap air di udara yang menghasilkan tekanan udara yang lebih rendah dan penurunan kandungan oksigen.
Dalam situasi seperti itu, otak mulai mengendur, dan akan merasa mengantuk. Setidaknya sering menguap sebagai respons alami tubuh yang terjadi saat otak membutuhkan udara segar.
Menular
Berbagai riset mengungkapkan bahwa menguap bersifat menular yang membuat orang lain menguap jadi ikutan menguap.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





