Kolom Sosial Politik

Kontrol Diri Saja, Gus!

482views

Oleh Ridhazia

Kontrol diri lazim sebagai kemampuan untuk merespons dan menginterpretasikan situasi dengan bijaksana dan tenang.

Fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, seperti pikiran dan tindakan. Tidak melebar melampaui batas yang berada di luar kendali. Pahami situasi dan pengaruhnya terhadap pikiran dan ketenangan.

Dalam studi psikologi mengapa seseorang tidak bisa mengontrol diri karena tidak bisa mengendalikan
keinginan atau kepentingan diri.

Setidaknya lebih memenuhi kebutuhan ego. Jauh dari rasa berempati terhadap orang lain. Bahkan kehilangan rasa kemanusiaan.

Belajar dari Gus Miftah

Publik bisa belajar Gus Miftah menjadi viral karena pernyataannya yang dianggap kasar terhadap penjual es teh dalam sebuah acara tabligh akbar beberapa waktu lalu.

Utusan Presiden Prabowo pun langsung mengklarifikasi dan meminta maaf setelah publik menilai ucapan tersebut tidak mencerminkan sikap tokoh agama yang harusnya jadi panutan.

Padahal kesejatian seorang tokoh agama Islam kontrol diri disebut mujahadah an-nafs yang berarti upaya untuk mengendalikan hawa nafsu, emosi, dan hal-hal lain yang berdampak buruk.

Memikirkan risiko dan akibat dari setiap perbuatan. Ia wajib mengedepankan sikap sabar dan tidak tergesa-gesa dalam membuat pernyataan. Apalagi di luar konteks agama yang mengingatkan dan mengajak kebaikan yang pada gilirannya menjaga kehormatan. *

    *Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response