METRO BANDUNG, bandungpos.id – Dalam rangka pengembangan budaya literasi dan peningkatan minat baca, GPMB (Gerakan Pembudayaan Minat Baca) mengadakan workshop literasi, Selasa (17/9) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Barat, Kota Bandung. GPMB merupakan entitias berbentuk komunitas yang bersifat independen yang bergerak di bidang literasi.
Rachman Ridhatullah, selaku Ketua Pusat GPMB Nasional sekaligus Pembina GPMB Kota Bandung menjelaskan bahwa program ini adalah eksperimen yang mengkolaborasikan literasi dengan musik sebagai kanal atau media untuk menarik perhatian masyarakat.
Menurutnya, gagasan ini diciptakan karena musik dinilai lebih potensial untuk memasyarakatkan dan mengajak orang-orang untuk berliterasi. Musik juga adalah hobi yang cukup digandrungi oleh anak-anak muda dan memiliki prospek yang cukup potensial untuk dimonetisasi.
“Acara ini berupaya untuk mengkolaborasikan literasi dan musik dalam satu forum untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Dikarenakan kami melihat musik sebagai bidang yang cukup potensial untuk dimonetisasi sekaligus cukup booming di kalangan anak-anak muda,” ungkap Rachman.
Penyelenggaraan acara ini dilakukan secara kolaboratif antara pengurus GPMB Kota Bandung, pengurus GPMB Provinsi Jawa Barat, dan pengurus GPMB Pusat. Kemudian acara ini juga menggandeng pihak pemerintah, yakni Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dispar) Kota Bandung dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusibda) Jawa Barat, juga dengan pihak swasta, yakni Smartfren.
“Acara ini diselenggarakan secara kolaboratif dengan melibatkan tiga entitias yang berbeda, yakni kami sebagai bagian dari komunitas GPMB, yang kedua, lembaga pemerintahan, yakni Disarpus Kota Bandung dan Dispusibda Jawa Barat, kemudian pihak swasta, yakni Smartfren,” jelas Rachman.
Terkait dengan susunan acara terdiri atas empat sesi. Yang mana sesi pertama diisi talkshow mengenai potensi bisnis dan profesi di bidang musik sebagai media untuk pengembangan literasi. Kemudian, sesi kedua diisi dengan mengajak para peserta untuk langsung membuat karya berupa lagu literasi. Selanjutnya, untuk sesi ketiga dan keempat diisi dengan diskusi tentang cara untuk mendistribusikan hasil karya tersebut dan juga strategi untuk mengembangkan kreativitas dalam menyusun sebuah lagu literasi.
Adapun bintang tamu yang hadir dalam acara ini diantaranya adalah Ferry Curtis (musisi lagu literasi), Feri Ferdiansyah (CEO Sara Music Publisher), dan Big Didi Firmansyah (Pegiat Industri Kreatif/Komika/Leader SF Com Bandung).
Menurut Rachman, dengan mengintegrasikan literasi dan musik akan menjadi cara yang lebih efektif untuk merangkul masyarakat, terutama anak-anak muda dalam menumbuhkan minat baca mereka. Ini juga menjadi solusi alternatif sekaligus nafas baru untuk menghilangkan alergi masyarakat terhadap budaya literasi. Selain itu, ia juga berharap agar acara ini terus dilanjutkan sampai membuahkan hasil maksimal.
“Acara ini adalah sesuatu yang baru dan berbeda, maka dari itu, acara ini diharapkan tidak hanya sekali diselenggarakan tetapi akan terus berlanjut sampai episode-episode berikutnya. Kami berharap Dispusibda Jawa Barat sebagai tuan rumah akan berinisiasi untuk melanjutkan acara ini,” harap Rachman.
“Semoga untuk kesempatan berikutnya, para peserta yang sudah termotivasi dapat diberikan ruang untuk mengkreasikan karya-karya mereka di bawah bimbingan para mentor yang sekarang menjadi narasumber sehingga dalam waktu beberapa minggu atau satu bulan dapat menerbitkan karya yang sesuai dengan standar,” tambahnya.
Dengan diselenggarakannya acara ini, diharapkan bahwa respon dan antusiasme masyarakat terhadap budaya literasi dapat terus meningkat.(dimas/bnn)





