Metro Bandung

Dra. Hj. I Gusti Agung: Literasi Musik Sebagai Terobosan Baru Selaras dengan Tantangan Zaman

Dra. Hj. I Gusti Agung: Literasi Musik Sebagai Terobosan Baru Selaras dengan Tantangan Zaman

683views

KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS-– Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2024 mengusung tema Transformasi Perpustakaan untuk Generasi Literat dan Kesejahteraan Masyarakat Jawa Barat

literasi mengalami transformasi melalui pendekatan tidak terduga yaitu dengan musik. , acara ini menggandeng musik sebagai alat untuk memperkuat budaya literasi.

Acara yang berlangsung di  Graha Pustaloka lantai -4 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah  Jl. Kawaluyaan , Bandung. 

Hadir pada event tersebut diantaranya musisi literasi Ferry Curtis, Ketua I GPMB Pusar, yang juga Founder Padepokan Dakwah Kreatif. M. Kh Rachman Ridhatullah, Feri Ferdiansyah (CEO Sora Music Publisher), dan Big Dado Firmansyah (Pegiat Industri Kreatif Kota Bandung). Kehadiran meraka dalam workshop ini menunjukkan bahwa ini adalah ajang penting dalam meningkatkan pemahaman tentang potensi literasi terutama pada era digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat, Dra. Hj. I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, M.Si., memandang workshop literasi musik sebagai terobosan baru, selaras dengan tantangan zaman. Berlatar belakang sebagai bagian dari sebuah keluarga seniman, beliau menganggap musik merupakan nafas kehidupan.

Musik, kata I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, bukan hanya sebagai sarana hiburan. Lebih dari itu, ia menjelaskan bahwa musik sebagai bagian dari kehidupan hingga dapat mempengaruhi cara masyarakat berinteraksi dengan literasi.

Melihat manfaat besar literasi musik ini, ia berharap  pihak terkait di daerah struktural maupun mitra, untuk menyebarkanluaskan kecintaan terhadap membaca dan literasi melalui literasi musik di seluruh Jawa Barat.

“Pendekatan dengan cara amati, tiru, dan modifikasi (ATM) dapat menjadi metode berliterasi musik untuk mengubah kecintaan membaca menjadi kebiasaan sehari-hari, ” katanya.

Edukasi Musik:

Seorang musisi literasi, Ferry Curtis, menegaskan pula bahwa musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga alat edukasi yang kuat. Konsep edutainment atau menggabungkan pendidikan dan hiburan dengan musik sebagai perekatnya, menurutnya ini bisa menjadi pendekatan ideal dalam konteks berliterasi dan pembelajaran.

Melalui kreativitas literasi musik, ungkap Feri, masyarakat tidak akan merasa terpaksa untuk belajar. Proses pembelajaran akan terdorong secara alami melalui medium yang menyenangkan.

Mencermati pendapat tersebut, menyajikan literasi musik tentunya menjadi hal penting. Setiap orang bisa menjadi bagian dari seuatu proses kreatif tersebut.

Lagu literasi harapannya bagaimana kemudian bisa menjadi sebuah jingle yang asik sekaligus tetap memiliki makna filosofis. Selain itu, perlu menjadi perhatian pula yaitu konsistensi dalam berkarya, ini menjadi kunci penting kesuksesan kreator dalam dunia literasi musik,” ungkap Ferry.

Sementara, Rachman Ridhatullah menyebutkan bahwa literasi musik menciptakan peluang bisnis seperti dalam proses dunia penciptaan lagu literasi misalnya.

“Literasi dan musik kini menjadi jembatan bagi masyarakat Jawa Barat untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik, seiring dengan semangat pembangunan karakter dan kebiasaan membaca yang kuat,” kata Rachman Ridhatullah.** ( Release Dipusipda Jabar/RM/BNN)

Leave a Response