Dua Calon Bupati dan Wakil Bupati Garut Memiliki Kekuatan Seimbang
Dua Calon Bupati dan Wakil Bupati Garur Memiliki Kekuatan Seimbang
GARUT, BANDUNGPOS–Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut periode 2024-2029 segera berlangsung. Dalam Pilbup Garut kali ini, hampir dipastikan bakal hanya ada 2 pasangan calon saja yang turun gelanggang.UT
Pasangan calon bupati dan wakil bupati pertama yang akan berkompetisi di Pilbup Garut adalah Paslon Helmi Budiman dan Yudi Nugraha Lasminingrat. Disebut pertama, karena paslon ini yang duluan mendaftar ke KPU pada Selasa, (27/8) lalu.
Pasangan Helmi-Yudi, digunakan oleh empat partai politik. Yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai partai non.
Helmi Budiman merupakan pria yang berprofesi sebagai dokter. Helmi Budiman tak lain merupakan mantan Wakil Bupati Garut yang menjabat pada periode 2013-2018 dan periode 2018-2023. Selama 10 tahun menjabat, Helmi mendampingi Bupati Rudy Gunawan.
Sedangkan Yudi Nugraha merupakan pengusaha muda asli Garut, sekaligus Ketua DPC PPP Garut. Yudi juga merupakan keturunan dari pahlawan nasional asal Garut, RA Lasminingrat. Namanya mulai tenar saat mempromosikan batu akik, hingga bisa menjadi souvenir di Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 2015 silam.
Sementara Paslon yang kedua, adalah pasangan Abdusy Syakur Amin dan Luthfianisa Putri Karlina. Syakur-Putri dipastikan turun gelanggang di Pilbup Garut usai mendaftar ke KPU pada Rabu, (28/8) kemarin.
Abdusy Syakur Amin merupakan cucu dari ulama sohor asal Garut, KH Anwar Musaddad, sekaligus anak dari mantan Ketua PBNU dulu, KH Cecep Syariffudin. Syakur adalah seorang akademisi yang saat ini menjabat Rektor Universitas Garut.
Wakil Syakur, Luthfianisa Putri Karlina, adalah seorang dokter gigi. Upi atau Putri, begitu dia biasa disapa, dikenal sebagai pengusaha muda yang menekuni usaha kuliner. Putri diketahui merupakan anak dari Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.
Pasangan Syakur-Putri ini diketahui mendapat dukungan dari 11 partai politik. Kesebelas partai tersebut antara lain Golkar, PKB, Gerindra, PDIP, Demokrat, NasDem dan PAN sebagai partai parlemen, serta Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Gelora dan PBB dari luar parlemen.
“Saya lihat Garut agak ramai, karena dua pasangan ini kelihatannya bertatap muka. Kalau ditanya siapa yang kuat, dua-duanya punya peluang untuk menang,” kata Cecep kepada detikJabar, Kamis, (29/8/2024).
Jika berdasar pada hitung-hitungan di atas kertas, berdasarkan hasil perolehan suara parpol di Pemilu 2024 daerah Garut, Syakur-Putri menang telak. Sebab, jika ditotal, 11 parpol pengusung mereka memperoleh 1.1.44.118 suara. Sedangkan 4 parpol pengusung Helmi-Yudi mendapat total 392.708 raihan suara.
Namun menurut Cecep, Pilkada tidak mengulanginya. Menurutnya, ada banyak variabel yang bakal menentukan siapa yang akan keluar menjadi pemenang di Pilbup Garut 2024.
“Dukungan partai bisa jadi sebuah modal. Tapi, tidak berarti sedikit dukungannya tidak punya peluang menang. Artinya, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh banyak-sedikit partai . Ada indikasi lain, popularitas dan elektabilitas, termasuk rekam jejak yang bersangkutan,” katanya.
“Saya memiliki keyakinan bahwa suara partai dengan suara konstituen belum tentu sama,” tambah Cecep.
Menurut Cecep, kedua calon ini sama-sama memiliki keunggulan. Syakur-Putri punya fasilitas besar di belakangnya, sedangkan Helmi-Yudi punya modal petahana yang juga memiliki dasar dukungan.
“Artinya petahana punya dasar dukungan, kemudian petahana punya potensi atau modal, kepercayaan dari sekian banyak pemilih. Tinggal bagaimana optimalisasi dan akseleratif,” ujar Cecep. ( RM/BNN)





