Metro Bandung

Sirkuit IMI: Ajang Literasi Krisis Iklim dan Inklusi Sosial

SIRKUT IMI: AJANG LITERASI KRISIS IKLIM DAN INKLUSI SOSIAL

379views

 

KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS–Ini tahun kedua Pergerakan Disabilitas dan Lanjut Usia (DILANS) Indonesia menghadiri pembukaan sirkuit Electric Karting Race(#EKC) 2024. Pembukaan dihadiri Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Dirjen Bina Marga Rachman Arif, Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey T Machmudin, Ketua MPR/Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan Wakilnya Rifat Sungkar, pembalap Alexandra Asmasoebrata dan Fitra Eri, serta beberapa rektor dan juga undangan lintas sektoral terkait. Presiden DILANS Indonesia, Farhan Helmy dibersamai 20 orang relawannya yang baru pertama kali melihat sirkuit langsung.

EKC gagasan brilian. Ada pesan besar yang mungkin ingin digelindingkan Kementrian PUPR untuk menghubungkan pembangunan infrastruktur ke berbagai kelompok kepentingan dalam naungan IMI, diantaranya teknologi aspal untuk sirkuit.

Dalam konteks yang lebih luas, upaya ini bisa menjadi ajang promosi dalam pengembangan industri lokal. Sebuah gokart elektrik menurut Rifat, Indonesia belum mampu membuat rangkanya, selebihnya sudah bisa diproduksi. Elemen elektrik menjadi bagian penting dari upaya kongkrit penerapan teknologi ramah iklim dalam industri otomotif.

Tentunya masih banyak rantai pasok yang terlibat dan bermuara pada ajang sirkuit ini. Keterlibatan warga DILANS menjadi bagian tak terpisahkan dari ajang sirkuit ini.

Setidaknya bagi warga yang jumlahnya sekitar 50 juta orang ini terlihat keberpihakan kongkrit, tidak sekedar slogan atau himbauan normatif. Afirmasi tenaga kerja UU 16/2016 tentang Penyandang Disabilitas dan UU 13/1998 tentang Kesejahteraan Lansia adalah fondasi normatifnya.

Dalam kesempatan langka ini, Farhan berdialog intens dengan Ketua IMI dan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), M. Solehuddin, untuk menggelindingkan agenda kolaborasi antara asosiasi profesi, industri lokal, perguruan tinggi, dan komunitas untuk mendorong perubahan perilaku sistemik dan melembaga.

Sekitar 1800 ajang sirkuit IMI setiap tahunnya dapat menjadi salah satu medium untuk diseminasi informasi krisis iklim, keberlanjutan dan inklusi sosial. **(rm/BNN)

Leave a Response