Kolom Sosial Politik

Membalikkan PENUAAN

405views

 

Oleh Ridhazia

Kesehatan menjadi makin nyata ketika seseorang memasuki fase menua. Selain memberikan tantangan ekstra bagi sistem kekebalan tubuh. Juga penuaan yang muncul akibat perubahan waktu itu mustahil terhindarkan.

Para peneliti kini sedang berupaya menemukan cara untuk membalikkan penuaan. Salah satu rekomendasinya yang diidealkan yaitu melakukan perubahan pola makan, tidur, dan olahraga. Selain memperbanyak relaksasi dan konsumsi suplemen.

Tapi efektifkah?

Bryan Johnson, founder and  chief executive officer (CEO) Blueprint membuktikan. Ia melaksanakan saran ilmiah itu. Dan, berhasil membalikkan penuaan.

Meski usianya sudah lansia, ternyata ia masih bisa glowning dan fresh. Kerusakan akibat penuaan diperbaiki lebih lambat 88 persen.

Ibarat anak berusia 18 tahun saja. Otot dan lemak di seluruh tubuh dikategorikan ideal. Rambut beruban berkurang 80 persen.

29,9 miliar!

Tapi untuk memperlambat proses penuaan dan membalikkan usia biologisnya ia menghabiskan 2 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp29,9 milyar

Duit sebanyak itu untuk membiayai makan, olahraga, dan tidurnya yang serba nyaman. Ia juga hidup secara disiplin. Selain itu, membiayai dokter dan ahli gizi melakukan serangkaian tes untuk mengukur usia organnya.

Sedikitnya ia harus mematuhi sekitar 100 protokol menjaga kebugarannya setiap hari. Juga untuk membalikkan usia biologisnya ia mengonsumsi 61 pil setiap hari, makan 70 pon (31,7 kilogram) sayuran setiap bulan, dan tidur pada pukul 08.30 malam.

Kata kaum bijak

Setiap manusia, bahkan makhluk Tuhan lainnya akan menjadi tua. Kaum bijak mengatakan bahwa menjadi tua semestinya bukan hal yang perlu dicemaskan bahkan ditakuti. Justru semakin indah.

Makin lama saya hidup, makin indah hidup ini. Itu kata bijak Frank Lloyd Wright.

Serupa kata bijak itu pelukis terkenal Pablo Picasso juga berpendapat: ” Bertambah tua itu bertambah matang.”

Pun dikatakan Walt Disney : “Menjadi tua itu wajib, tapi menjadi dewasa itu opsional.

Hal sama pernah dikatakan Betty Friedan bahwa “penuaan bukanlah masa muda yang hilang tetapi tahap baru dari peluang dan kekuatan”.   *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response