Kolom Sosial Politik

Inilah BIMBO

637views

 

Oleh Ridhazia

Bimbo identik Bandung. Tiga bersaudara yaitu Sam, Acil dan Jaka lahir besar dan bersekolah hingga kuliah di Bandung.

Bahkan permulaan sejarah dan karir musiknya dirintis di Bandung. Juga hidup bahagia di masa tua masih di Bandung.

Anak Bung Karno

Adalah Sam dan Acil yang merintis Bimbo dalam wujud sekarang. Dimulai setelah lulus SMA hingga kuliah di ITB dalam bentuk band. Guntur Soekarnoputra, anak Bung Karno pun bergabung. Menjelang akhir 1950-an embrio Bimbo ini sempat terkontaminasi lagu-lagu Elvis Presley layaknya seusia pemuda.

Dicekal Orba

Perjalanan kreatif Bimbo tidak saja bersenandung tentang cinta. Juga bercanda dalam lagu mulai soal kumis, tangan, mata, sampai calon mertua atau membuat satire sosial. Lagu Tante Sun malah sempat dicekal penguasa Orde Baru.

Lagu balada Bimbo menemukan akarnya setelah Iwan Abdurrachman bergabung dan banyak menulis lagu. Lagu yang hingga sekarang masih terjaga popularitasnya antara lain Melati dari Jayagiri dan Flamboyan.

Sajadah Panjang

Tidak berhenti disitu, Bimbo juga hadir dengan lagu-lagu religi islam. Syair dan musiknya bukan saja enak dinikmati juga sarat pesan agama. Di antara lagu religi yang populer yaitu Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya, Sajadah Panjang, Bermata Tapi Tak Melihat, Rasul Menyuruh Kita dan Lebaran Sebentar Lagi.

Lagu satire dan kritik sosial sempat pula mendapat perhatian dan dipopulerkan Bimbo. Di antaranya Antara Kabul dan Beirut, Surat untuk Reagen dan Brezhnev.

Bahkan lagu Tante Sun — yang pernah menjadi lagu Marching Band ITB dalam event nasional di Jakarta — justru membuat penguasa resah.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis penggemar Bimbo, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response