Kolom Sosial Politik

Berebut KUASA

341views

 

Oleh Ridhazia

Pertarungan hukum dalam sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi sesungguhnya pertarungan politik untuk yang ingin berkuasa. Sebab tak ada manusia yang bisa terbebas dari kekuasaan sesamanya, kecuali yang tersisihkan karena gila.

Kata Pramoedya Ananta Toer, dalam “House of Glass” (1988) jika seseorang terbuang dalam kesendirian di tengah-tengah hutan atau samudera pun masih saja membawa padanya sisa-sisa kekuasaan sesamanya.

Sedangkan kata Goenawan Mohamad, dalam Catatan Pinggir (7) kekuasaan manusia adalah kekuasaan menghadapi diri sendiri yang tak sepenuhnya dipahaminya sendiri. Bahkan tak kunjung tertangkap oleh dalil.

Mata pencaharian…

Di negara-negara berkembang, partai politik, jabatan, dan kekuasaan tidak lebih adalah mata pencaharian kelompok tertentu. Bukan selain itu.

Politisi hanyalah serigala rakus yang memakai topeng seolah baik dan patriot. Tetapi sesungguhnya jauh dari idealis. Uang adalah segalanya. Itu kata Tere Liye, dalam novel “Pergi” (2018). *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response