Bandung Raya

200 Becak Listrik Meluncur di Bandung, Pengayuh Lansia Tak Lagi Andalkan Tenaga Fisik

67views

BANDUNG, Bandungpos.id –  Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto mulai disalurkan kepada para pengayuh becak di Kota Bandung. Bantuan ini diprioritaskan bagi pengayuh lanjut usia yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.

Penyerahan bantuan berlangsung di Makodim 0618/Kota Bandung, Jalan Bangka No.2, Kota Bandung, Jumat (18/9/2026). Bantuan secara simbolis diserahkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Ketua Yayasan GSN, Letjen (Purn) DR. Teguh Arief, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo terhadap kondisi para pengayuh becak lansia.

Menurut Teguh, perhatian itu muncul setelah Presiden melihat langsung kondisi seorang pengayuh becak berusia sekitar 70 tahun yang masih bekerja keras dengan kondisi fisik terbatas.

“Program ini adalah program inisiatif dan perhatian dari Pak Prabowo yang melihat ada seorang pengemudi becak yang usianya sudah lanjut 70 tahun, sudah kurus, kemudian penuh dengan peluh,” ujar Teguh usai penyerahan bantuan.

Sebanyak 200 becak listrik untuk tahap awal disebarkan ke sejumlah wilayah Kota Bandung. Jumlah penerima disebut akan bertambah secara bertahap.

200 Becak Listrik Masuk Bandung, SPKLB Jadi Tantangan Berikutnya

Masuknya ratusan becak listrik kini memunculkan kebutuhan baru: tempat pengisian daya. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan konsep Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Becak (SPKLB) agar para pengayuh tidak kesulitan mengisi baterai saat bekerja.

Walikota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan para camat untuk mengusulkan sejumlah titik pengisian, termasuk kemungkinan di kawasan wisata dan lokasi strategis lainnya.

Namun, penentuan titik charging tidak bisa dilakukan sembarangan. Pemkot Bandung akan lebih dulu menghitung kapasitas baterai, waktu pengisian hingga jarak tempuh becak dalam sekali pengisian.

“Kita akan koordinasi dengan camat-camat untuk mengusulkan titik-titik charging. Apakah di tempat wisata atau tidak, nanti akan dipelajari dulu kapasitas cas dan berapa jarak tempuh per kilometer. Itu yang akan menentukan titiknya,” kata Farhan.

Artinya, 200 becak listrik sudah bergerak. Kini infrastruktur pengisian dayanya harus ikut mengejar.

Bukan Cuma Becak, Ada Tablet dan Kacamata Pintar

Program sosial Yayasan GSN bersama Peruri tidak berhenti pada bantuan becak listrik.
Sebanyak 200 tablet juga disalurkan untuk mendukung pembelajaran siswa sekolah dasar, termasuk anak-anak di daerah tertinggal.

Dalam program tersebut, perangkat diberikan untuk mendukung kegiatan belajar siswa.
Selain itu, 10 kacamata pintar diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas. Perangkat berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) tersebut ditujukan untuk membantu proses pembelajaran.

Santunan juga diberikan kepada para Veteran Republik Indonesia. Program tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan hingga kemanusiaan.

Penyerahan bantuan dihadiri Ketua Yayasan GSN Letjen (Purn) DR. Teguh Arief, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, SE, MM, Wali Kota Bandung M. Farhan, jajaran pejabat Kodam III/Siliwangi, Anggota DPRD Kota Bandung, Ketua Pengadilan Kota Bandung, perwakilan Kejari Kota Bandung, Dandim 0618/KB Letkol Inf. Albert Francesca, M.Han, para Danramil serta jajaran Kodim 0618/KB.

Becak listrik kini resmi meluncur di Bandung. Tantangan berikutnya jelas: memastikan setiap bantuan benar-benar bisa digunakan dan memberi napas baru bagi para pengayuh yang selama ini bertaruh dengan tenaga fisik di jalanan Kota Bandung. (adem/BNN)

Leave a Response