DisabilitasMetro Bandung

Workshop Juru Bahasa Isyarat untuk ASN

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tutor dari Gerkatin Kota Bandung, relawan Bisindo UPI, dan relawan mahasiswa dari Prodi Film dan Televisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

92views

KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS –Walaupun UU 8/2016 telah mewajibkan setiap lembaga negara baik di tingkat pusat maupun daerah untuk membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) belum sepenuhnya terlaksana. ULD akan memungkinkan penyandang disabilitas dengan segala keragamannya akan terpenuhinya kepentingannya sama seperti warga lainnya.

Hal itu Diungkapkan Presiden Dilans Indonesia, Farhan Helmy kepada awak media di Aula Dinsos Kota Bandung, hari ini.

“Bahasa isyarat (BI) adalah diantaranya. BI yang menjadi modalitas penting sebagai alat komunikasi dengan teman Tuli. Adanya Juru Bahasa Isyarat (JBI) memungkinkan interaksi yang untuh sehingga berbagai informasi dan pengetahuan dapat dipertukarkan tanpa batas,” katanya.

JBI bersertifikat tegas Helmy jumlahnya terbatas, dan tidak murah dalam memperoleh layanannya. Terutama bagi komunitas ataupun organisasi yang sumber pendanaannya terbatas, seringkali tidak mampu memenuhinya.

Karenanya @dilans.indonesia sejak tahun 2023 mengadakan program Bahasa Isyarat (#BahasaIsyarat4DILANS). Tidak bermaksud untuk melahirkan JBI yang profesional tetapi mengenalkan keseharian BI termasuk etika dalam berkomunikasi. Pelatihan ini sudah dilaksanakan 6 batch dengan peserta sekitar 300 orang yang dilakukan dalam pertemuan empat selama 1 bulan dan diperuntukkan bagi warga dan lawan DILANS dengan berbagai latar belakang. Kegiatannya tidak hanya tatap muka, dan interaksi bersama tutor, tetapi juga dikembangkan melalui media sosial sehingga terus menerus dipelajari dan dipraktekkan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tutor dari Gerkatin Kota Bandung, relawan Bisindo UPI, dan relawan mahasiswa dari Prodi Film dan Televisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Dinas Sosial Kota Bandung dan DILANS Indonesia menerapkan pendekatan yang sama tetapi lebih intensif kepada 16 orang stafnya selama 2 minggu yang dilaksanakan dengan 4 pertemuan yang masing-masing berlangsung selama empat jam. Pengenalan ini dipandu oleh Galih Surya Pratama dan Ade Suherman dari Gerkatin Kota Bandung.

Apresiasi atas penyelengaraan kegiatan ini. Kita gelorakan dan mempraktikkan bahasa isyarat dalam keseharian agar aksesibilitas pelayanan publik, pengetahuan, dan sains dapat diakses untuk semua. Tidak Ada Yang Tertinggal. **(RM/BNN)

Leave a Response