
BANDUNG, Bandungpos id – Pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto membuat gaduh di tengah publik, setelah dalam pidatonya menyatakan bahwa seorang ibu di Bogor mendapat bayaran Rp 700 ribu per kg dari hasil mengupas kulit bawang.
Sontak pernyataan Prabowo ini mengundang reaksi masyarakat. Ruang publik media sosial pun ramai dipenuhi konten dengan narasi sindiran terhadap pernyataan presiden ke delapan ini. Tak ayal pernyataan Prabowo ini menjadi trending topik menjelang peringatan HUT ke-81 RI, yang bukan hanya di media sosial, tapi menjadi guyonon di tengah masyarakat.
Bagi penggiat media sosial pernyataan nyeleneh itu justru dimanfaatkan untuk membuat konten-konten menarik dan menjadi viral.
Banyak yang menilaibheran dengan pernyataan yang tidak logis dari seorang pemimpin negara ini. Bahkan seorang dosen menyarankan agar mahasiswa yang tidak mampu, terjun menjadi buruh pengupas bawang agar mendapat penghasilan yang menjanjikan itu untuk biaya kuliahnya.
Sarankan Mahasiswa Jadi Buruh Pengupas Bawang
Pernyataan menarik muncul dari seorang Dosen Lintas Budaya, Ali Syarief, seperti dikutip dari Warta Kota. Ia menyarankan mahasiswa di Indonesia yang kekurangan biaya hidup untuk menjadikan Susana, seorang buruh harian pengupas bawang asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai inspirasi.
Seperti diketahui, dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026) Presiden Prabowo Subianto menyebut Susana menerima upah Rp700 ribu untuk setiap kilogram bawang yang dikupas.
“Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” kata Prabowo, dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Ali menilai, mahasiswa yang kesulitan biaya hidup bisa mencontoh Susana agar tidak terlalu membebani orang tua.
“Semoga ibu Susana jadi inspirasi untuk mahasiswa mahasiswa yg kekurangan biaya. Bisa ngerjain kupas bawang sekilo sehari – sebulan cukup 30 kg saja. Kan tidak perlu minta biaya hidup dari ortu….,” tulis Ali di akun X pribadinya, dikutip Minggu (16/7).
Pidato Prabowo tersebut memicu kontroversi di media sosial. Seorang warganet yang mengaku dosen bahkan menulis bahwa gajinya kalah jauh dibanding penghasilan pengupas bawang.
“Saya dosen, S3, Lektor Kepala. Saat ini penghasilan saya jauh dari penghasilan mengupas bawang.”
Menanggapi polemik ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah akan menelusuri kebenaran data yang disampaikan Presiden.
“Nanti kita cek ya,” ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Pemerintah berjanji akan memastikan angka yang disebut dalam pidato tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. “Kalau detailnya kita cek,” lanjutnya.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata harga nasional untuk bawang merah tercatat sebesar Rp34.546 per kilogram, sedangkan harga bawang putih Honan berada di kisaran Rp35.800 per kilogram. (Ads)





