
METRO BANDUNG, bandungpos.id — Universitas Islam Bandung (Unisba) resmi menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui Prosesi Penerimaan dan Pelantikan Mahasiswa Baru yang berlangsung di Aula Utama Unisba, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unisba 2026/2027 dan dihadiri jajaran pimpinan universitas serta fakultas. Momentum ini sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi para peserta yang kini memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kampus bukan sekadar tempat memperoleh gelar akademik. Unisba diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, bertumbuh, menemukan potensi, membangun persahabatan, sekaligus mempersiapkan diri agar mampu memberi manfaat.
“Selamat datang di Universitas Islam Bandung. Selamat datang di rumah baru untuk belajar, bertumbuh, menemukan jati diri, membangun persahabatan, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Rektor kembali mengingatkan salah satu mandat penting yang diwariskan para pendiri Unisba sejak 1958, yakni melahirkan generasi yang memiliki kompetensi keilmuan sekaligus memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam.
Semangat tersebut terangkum dalam konsep Faqih Fiddin.
Menurutnya, Unisba tidak ingin melahirkan profesional yang hanya menguasai bidang keahliannya. Dokter, ekonom, sarjana hukum, maupun insinyur harus mampu mengintegrasikan ilmu dengan nilai-nilai Islam sehingga keahlian yang dimiliki dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Para pendiri kita tidak ingin Unisba hanya mencetak dokter yang hanya tahu obat, ekonom yang hanya tahu angka, sarjana hukum yang hanya tahu pasal, atau insinyur yang hanya tahu bangunan. Itu tidak cukup,” katanya.
Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk menjadikan proses pendidikan di Unisba sebagai perjalanan membangun kemampuan intelektual, spiritualitas, karakter, dan kepedulian sosial secara bersamaan.
Beyond Intelligence: Kecerdasan Harus Melahirkan Manfaat
Ta’aruf Mahasiswa Baru Unisba tahun ini mengangkat tema Beyond Intelligence: Islamic, Inclusive, and Impactful.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kecerdasan tidak berhenti pada kemampuan akademik. Ilmu yang diperoleh mahasiswa harus tercermin dalam cara berpikir, bersikap, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, hingga memberikan manfaat kepada orang lain.
“Beyond Intelligence mengingatkan kita bahwa kecerdasan sejati adalah ketika ilmu yang kita miliki mampu membentuk cara kita bersikap, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” jelasnya.
Pesan tersebut juga berkaitan dengan semangat membangun lingkungan kampus yang inklusif. Mahasiswa Unisba datang dari latar belakang, karakter, pengalaman, dan cara berpikir yang beragam.
Perbedaan tersebut, kata Rektor, semestinya tidak menjadi sumber jarak, tetapi justru menjadi kekuatan untuk belajar bersama.
“Jadikan perbedaan tersebut sebagai kekayaan, bukan sebagai alasan untuk saling menjauh. Belajarlah untuk mendengarkan, menghargai, bekerja sama, dan tumbuh bersama,” pesannya.
Kontribusi mahasiswa tidak harus menunggu hingga menyandang gelar sarjana. Dampak positif dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, baik di ruang kelas, organisasi kemahasiswaan, keluarga, maupun masyarakat.
Unisba juga menanamkan tiga Spirit Perjuangan Unisba, yaitu Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid.
Mujahid menggambarkan keberanian untuk berjuang, Mujtahid menekankan kedalaman berpikir, sedangkan Mujaddid mencerminkan keberanian untuk melakukan pembaruan.
Ketiganya diharapkan menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi perubahan zaman.
“20 tahun lagi, kalianlah yang diharapkan menjadi Mujaddid itu,” ujarnya.
Rektor pun mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap kehidupan kampus. Mahasiswa tidak hanya perlu memikirkan apa yang akan diperoleh selama berada di Unisba, tetapi juga kontribusi apa yang dapat diberikan.
“Jangan hanya bertanya, ‘Apa yang akan saya dapatkan dari Unisba?’ Tetapi mulai biasakan bertanya, ‘Apa yang dapat saya berikan melalui Unisba?’” katanya.
LLDIKTI IV: Mahasiswa Unisba Punya Tantangan Membawa Almamater ke Level Dunia
Pesan mengenai pentingnya membangun masa depan juga disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Lukman, S.T., M.Hum.
Ia menyebut Unisba termasuk salah satu dari 19 perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten yang telah memperoleh akreditasi unggul dari total 417 perguruan tinggi di bawah LLDIKTI Wilayah IV.
Menurut Lukman, status tersebut menjadi bukti bahwa kualitas perguruan tinggi dinilai melalui proses akreditasi oleh lembaga independen berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
“Pilihan kalian adalah pilihan yang sangat tepat berada di Universitas Islam Bandung, karena kampus ini sudah diuji, bukan oleh Unisba, tetapi oleh badan akreditasi yang memang independen,” ujarnya.
Namun, prestasi institusi tidak boleh menjadi titik akhir. Mahasiswa justru memiliki tantangan untuk membawa nama Unisba semakin dikenal di tingkat internasional.
“Unisba bisa menjadi perguruan tinggi kelas dunia ketika kalian menjadi sukses di tingkat internasional dan diakui oleh dunia. Inilah tantangan kalian untuk membangun almamater Unisba yang kalian cintai dan nantinya kalian banggakan,” tuturnya.
Lukman juga mengingatkan mahasiswa bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi bukan sesuatu yang dimiliki semua orang.
Tingkat partisipasi pendidikan tinggi atau APK di Jawa Barat dan Banten masih berada di kisaran 32–34 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
“Karena itu, kuliah ini masih sangat istimewa. Kalian harus bersyukur karena tidak semua orang bisa kuliah, apalagi di Unisba,” ujarnya.
Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar secara serius dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan kehidupan setelah lulus.
Memasuki perguruan tinggi juga berarti memasuki pola belajar dan tanggung jawab yang berbeda.
Lukman mengingatkan mahasiswa baru untuk meninggalkan pola belajar ketika masih menjadi siswa dan mulai membangun kemandirian sebagai mahasiswa.
“Mulai hari ini insyaallah nama kalian bukan lagi siswa tetapi mahasiswa. Tolong move on dari pola sekolah dan ubah mindset,” pesannya.
Mahasiswa perlu memahami bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Pengalaman akademik juga dapat diperoleh melalui praktik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga KKN.
Pengelolaan waktu pun menjadi kemampuan penting. Bahkan, Lukman mengingatkan agar mahasiswa tidak memaknai SKS sebagai “Sistem Kebut Semalam”, melainkan Satuan Kredit Semester yang menuntut proses belajar terencana.
Selain kemampuan akademik, mahasiswa juga perlu membangun karakter, integritas, kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta kecerdasan emosional.
Bekal Menuju Indonesia Emas 2045
Tantangan masa depan menuntut mahasiswa mengembangkan kemampuan yang lebih luas. Berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, literasi digital dan data, kolaborasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi kompetensi yang penting.
Lukman mengajak mahasiswa membawa ilmu yang diperoleh di kampus ke mana pun mereka berkiprah dengan tetap menjunjung profesionalisme dan integritas.
“Ketika kalian sukses, bawa ke mana pun ilmu kita. Bekerjalah secara profesional dan selalu jaga integritas, netral, transformatif, adaptif, dan realistis,” pesannya.
Ia bahkan mengingatkan bahwa dari mahasiswa baru yang hadir dalam kegiatan tersebut bisa saja kelak lahir pemimpin di berbagai bidang.
“Kita tidak pernah tahu di ruangan ini akan ada yang menjadi gubernur, menteri, wali kota, profesor, atau apa pun. Insyaallah akan menjadi orang sukses selama kalian mau menjemput kesuksesan itu,” ujarnya.
Lukman juga mengutip pesan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie bahwa keberhasilan bukan semata-mata ditentukan oleh siapa yang paling pintar, tetapi oleh siapa yang paling gigih dalam berusaha.
Rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unisba 2026/2027 dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penyambutan, tetapi juga sebagai proses awal pembentukan karakter mahasiswa.
Hari pertama diisi materi mengenai karakter, pengetahuan, kepemimpinan, dan kesiapan memasuki kehidupan perguruan tinggi. Sejumlah pembicara yang hadir antara lain Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, Rektor dan Wakil Rektor Unisba, Pandawara, dr. Widi Hadian, SpJP(K), FIHA, Sena Senjani, S.I.Kom., M.I.Kom., Sofiana Indraswari, M.Psikolog, serta Xaviera Putri.
Hari kedua dilanjutkan dengan Pengenalan dan Pengembangan Pribadi Mukmin, Muslim, Muhsin (P3M). Program ini menjadi bagian dari pengembangan karakter keislaman mahasiswa dengan pendekatan Psikologi Islam, termasuk pengenalan nilai Mukmin, Muslim, Muhsin, Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid.
Sementara itu, hari ketiga dilaksanakan secara daring melalui kegiatan asesmen psikologi dan berbagai penugasan menggunakan e-Ta’aruf. Mahasiswa juga memperoleh pengenalan sertifikasi AI, SIBIMA untuk mendukung prestasi mahasiswa, SAMAWA untuk layanan konseling, serta etika komunikasi mahasiswa.
Seluruh rangkaian tersebut diharapkan menjadi fondasi agar mahasiswa baru Unisba tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, nilai keislaman, kepedulian, serta kesiapan memberikan dampak bagi lingkungan.
Di penghujung sambutannya, Lukman kembali mengajak mahasiswa baru menatap perjalanan pendidikan dengan optimisme.
“Sekali lagi, selamat hijrah, move on dari siswa menjadi mahasiswa. Selamat menjemput mimpi-mimpi kalian dan selamat menghadapi tantangan baru di dunia mahasiswa,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Unisba menegaskan harapannya agar seluruh mahasiswa mampu menjaga ibadah, akhlak, dan kesungguhan dalam belajar.
“Jadilah mahasiswa yang unggul dalam intelektualitas, kuat dalam spiritualitas, luas dalam pergaulan, dan nyata dalam kontribusi,” tegasnya.(ask)***





