Uncategorized

Unisba Perkuat Komitmen Kampus Inklusif Lewat Koordinasi Layanan Disabilitas

11views

METRO BANDUNG, bandungpos.idUniversitas Islam Bandung (Unisba) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif melalui kegiatan bertajuk Koordinasi dan Penguatan Inklusi Layanan Disabilitas. Acara ini mengusung tema “Penguatan Inklusi Layanan Disabilitas dalam Penerimaan Mahasiswa Baru dan Penyelenggaraan Pendidikan di Perguruan Tinggi” dan digelar pada Selasa (28/4/2026) di Auditorium Unisba, Gedung Dekanat lantai 8.

Kegiatan tersebut dihadiri para dekan, wakil dekan, hingga ketua program studi sebagai bagian dari langkah strategis kampus dalam memperkuat sinergi lintas unit. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan akademik yang ramah, aksesibel, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.

Melalui forum ini, Unisba berupaya membangun kesamaan pemahaman sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam merumuskan kebijakan yang mendukung penerimaan mahasiswa baru secara inklusif, serta penyelenggaraan layanan pendidikan yang berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Asnita Frida B.R. Sebayang, menegaskan bahwa layanan disabilitas merupakan bagian penting dari prioritas universitas.

“Layanan disabilitas bukan hanya sekadar program, melainkan wujud nyata komitmen Unisba dalam menghadirkan pendidikan yang berkeadilan dan inklusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan layanan ini telah menjadi perhatian di tingkat senat universitas dan akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas unit, meskipun masih menghadapi tantangan keterbatasan fasilitas dan kondisi kampus yang tersebar.

Mahasiswa Disabilitas Dinilai Mandiri dan Potensial

Lebih jauh, Asnita menekankan pentingnya perubahan perspektif terhadap mahasiswa disabilitas. Berdasarkan pengalaman di lapangan, mereka dinilai memiliki tingkat kemandirian tinggi serta potensi besar yang perlu didukung secara optimal.

Sementara itu, Ketua Satuan Gugus Tugas Unit Layanan Disabilitas (ULD) Unisba, Khambali, mengungkapkan bahwa sejumlah langkah konkret telah dilakukan. Di antaranya pengisian kuesioner dan borang metrik kampus inklusif sejak Februari hingga 24 April 2026 sebagai bagian dari evaluasi oleh Komisi Nasional Disabilitas, serta pengajuan resmi pembentukan ULD.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh fakultas dan program studi didorong untuk membuka akses seluas-luasnya bagi calon mahasiswa disabilitas, baik fisik maupun nonfisik.

“Sejatinya Unisba sudah lama menerima mahasiswa disabilitas. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut secara lebih terstruktur dan berkelanjutan,” jelasnya.

Tantangan Inklusi Ada pada Sistem, Bukan Individu

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Dante Rigmalia, hadir sebagai narasumber utama. Ia menegaskan bahwa tantangan utama dalam pendidikan inklusif bukan terletak pada kondisi disabilitas, melainkan pada kesiapan sistem dan lingkungan.

Mengacu pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018, hanya sekitar 2,8 persen penyandang disabilitas yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius melalui penguatan kebijakan, peningkatan aksesibilitas, serta penyediaan akomodasi yang layak.

Ia juga menekankan pentingnya sikap terbuka, pengetahuan, fleksibilitas, serta kreativitas seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan inklusif. Selain itu, pendekatan desentralisasi dalam pengambilan keputusan dinilai penting dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pembuat kebijakan, dosen, tenaga kependidikan, orang tua, hingga mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Unisba semakin memperkuat langkahnya dalam membangun budaya akademik yang inklusif, baik dari sisi kebijakan maupun praktik di lapangan. Upaya tersebut mencakup seluruh proses pendidikan, mulai dari penerimaan mahasiswa baru hingga kegiatan pembelajaran.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Unisba menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inklusif dan berkeadilan bagi semua kalangan mahasiswa.(ask)***

Leave a Response