Uncategorized

Unisba Luncurkan Inovasi Pengelolaan Sampah Terpadu, Mantapkan Langkah Pemprov Jabar Menuju Zero Waste

Universitas Islam Bandung (Unisba) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengatasi persoalan sampah, khususnya di Kota Bandung. Lewat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Reorganisasi Tata Kelola Sampah Terintegrasi di Unisba: Konsolidasi Potensi, Teknologi, dan Gerakan Institusional”, Unisba memamerkan strategi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. FGD yang berlangsung Rabu (13/8) di Ruang Pertemuan LPPM Unisba Lantai 3 ini dihadiri Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si.(foto: komhumas unisba)
398views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengatasi persoalan sampah, khususnya di Kota Bandung. Lewat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Reorganisasi Tata Kelola Sampah Terintegrasi di Unisba: Konsolidasi Potensi, Teknologi, dan Gerakan Institusional”, Unisba memamerkan strategi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. FGD yang berlangsung Rabu (13/8) di Ruang Pertemuan LPPM Unisba Lantai 3 ini dihadiri Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si.

Inovasi ini digerakkan oleh kolaborasi Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, dan LPPM Unisba, dengan tokoh penggagas Prof. Dr. Ir. Ina Helena Agustina, M.T., Dr. Imam Indratno, S.T., M.T., apt. Gita Cahya Eka Darma, S.Farm., M.Si., serta Dr. Ir. M. Dzikron A. M., S.T., M.T., IPM. Limbah makanan diolah menjadi pakan ternak, pupuk, hingga bahan bakar menggunakan teknologi seperti pyrolysis dan insinerator plasma dingin. Targetnya, Unisba menjadi “Kampus Carbon Credit” dan percontohan pengelolaan sampah terintegrasi di Kota Bandung.

Berdasarkan data, Indonesia menduduki peringkat keempat dunia sebagai penghasil sampah makanan terbanyak, yakni 20,93 juta ton per tahun, dengan potensi kerugian ekonomi mencapai Rp231–551 triliun. Di Kota Bandung sendiri, 44,52 persen timbulan sampah berasal dari sisa makanan. Unisba telah membuktikan bahwa pengolahan food waste dari rumah makan dapat dikembangkan menjadi industri yang memberdayakan masyarakat, memperluas peluang usaha, dan menghasilkan produk ramah lingkungan.

Sekda Jabar memberikan apresiasi atas langkah progresif Unisba yang bertekad menerapkan zero waste di lingkungan kampus dalam waktu tiga bulan. “Gerakan ini luar biasa karena dimulai dari kampus. Pengelolaan sampah akan dilakukan secara terintegrasi dengan dukungan teknologi reaktor plasma yang memiliki insentif karbon dan carbon credit. Ini akan menjadi role model, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup akan kami tugaskan untuk mendampingi,” ujar Herman.

Herman juga mengungkapkan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar dengan produksi sampah harian mencapai 29,7 ribu ton, namun baru 20 persen yang tertangani optimal. Dari 34 TPA, hanya 12 yang dikelola dengan baik, sementara sisanya masih menggunakan metode tradisional. “Kami berharap perguruan tinggi, dimulai dari Unisba, dapat mempelopori pengelolaan sampah modern berbasis teknologi hijau,” tambahnya.

Sebagai wujud dukungan, Pemprov Jabar siap memfasilitasi infrastruktur strategis, termasuk pembangunan TPS di Arcamanik pada lahan milik Pemprov dan rencana penerapan teknologi insinerator plasma di Pasar Caringin. “Lahan milik Pemprov yang dikelola swasta di Pasar Caringin bisa dimanfaatkan untuk teknologi ini,” jelasnya.

Rektor Unisba menegaskan, program ini sejalan dengan visi pemerintah “Jabar Istimewa, Jabar Hebat, dan Zero Waste”. “Kami siap berada di garda terdepan, bukan hanya untuk kampus, tapi juga untuk masyarakat Jawa Barat. Bersama mitra seperti Itenas dan LLDIKTI Wilayah IV, fokus kami ada pada socio-engineering dan inovasi teknologi pengelolaan sampah,” ungkap Harits.

“Bagi Unisba, kebersihan adalah bagian dari iman. Ini adalah bentuk pengabdian kami bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus implementasi nyata dari semangat fastabiqul khairat,” pungkasnya.

Acara ini juga menghadirkan materi dari Wakil Rektor II Unisba, Prof. Dr. Atih Rohaeti Dariah, S.E., M.Si., mengenai peran perguruan tinggi dalam zero waste, serta Dr. Imam Indratno yang memaparkan konsep “Unisba Zero Waste & Carbon Credit Campus”.(sani/bnn)

Leave a Response