Uncategorized

Unisba Dampingi UMKM Sarijadi Bandung Peroleh Sertifikat Halal Lewat Bimtek

Puluhan pelaku UMKM Sarijadi memadati Gedung Serbaguna Sarimanah pada Jumat (16/8). Mereka mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar Tim PKM dan LPPM Universitas Islam Bandung (Unisba) bertajuk “Bimbingan Teknis dan Implementasi Sertifikat Halal bagi Komunitas UMKM Sarijadi.(foto: komhumas unisba)
459views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Puluhan pelaku UMKM Sarijadi memadati Gedung Serbaguna Sarimanah pada Jumat (16/8). Mereka mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar Tim PKM dan LPPM Universitas Islam Bandung (Unisba) bertajuk “Bimbingan Teknis dan Implementasi Sertifikat Halal bagi Komunitas UMKM Sarijadi.” Acara ini menghadirkan sejumlah pakar untuk memberikan edukasi dan pelatihan terkait pentingnya sertifikasi halal bagi produk UMKM.

Kepala Pusat Halal Unisba, Dr. Dewi Rahmi, menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin mengadakan pelatihan calon asesor halal dan mendorong UMKM di Bandung Raya untuk mengurus sertifikasi halal melalui skema Self-Declare.

Dalam sesi awal, Dr. Nurul Chodijah dari Fakultas Hukum Unisba menyoroti aspek hukum sertifikasi halal. Ia menegaskan, sertifikat halal merupakan kewajiban bagi produk yang beredar di Indonesia. Meski implementasinya ditunda dari Oktober 2024 ke Oktober 2026, aturan ini memiliki landasan hukum kuat untuk melindungi konsumen Muslim. Nurul juga memaparkan alur pengajuan sertifikasi halal, mulai dari persiapan dokumen, pengajuan via BPJPH, audit lokasi produksi oleh LPH, hingga penetapan fatwa MUI. Sertifikat halal berlaku empat tahun dan bisa diperpanjang.

Nurul menambahkan, skema Self-Declare memberi kemudahan khusus bagi UMK berisiko rendah dengan kriteria produk sederhana, bahan halal, omzet di bawah Rp500 juta, serta lokasi produksi terpisah dari produk tidak halal. Ia juga mengingatkan adanya sanksi tegas, mulai dari pencabutan sertifikat hingga pidana, bagi pelaku usaha yang melanggar aturan sertifikasi halal, seperti penggunaan logo palsu atau manipulasi data.

Sesi berikutnya menghadirkan Dadi Ahmadi, M.Ikom, dosen Fikom Unisba, yang membahas peran Artificial Intelligence (AI) dalam mempercepat pertumbuhan UMKM halal. Menurutnya, AI dapat membantu menghasilkan foto produk yang lebih menarik dan profesional untuk pemasaran digital. Ia juga membagikan tips penggunaan prompt yang tepat agar hasil visual lebih optimal sesuai gaya yang diinginkan, mulai dari flat lay Instagramable hingga futuristic glow.

Pada sesi ketiga, Dr. Kiki Zakiah, M.Si, menekankan pentingnya komunikasi nilai halal di masyarakat. Menurutnya, halal bukan hanya kewajiban syariat, tetapi juga standar kualitas, kebersihan, dan etika bisnis. Strategi komunikasi halal, lanjutnya, bisa dilakukan lewat branding yang jujur dan edukatif, pemilihan slogan yang tepat, hingga pemanfaatan konten digital seperti video, infografis, dan testimoni konsumen. Kiki menegaskan, sertifikasi halal adalah strategi bisnis berkelanjutan yang meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen.

Di sesi terakhir, Dr. Sri Suwarsih dari FEB Unisba mengingatkan pentingnya pembukuan sederhana bagi UMKM. Menurutnya, pencatatan keuangan rapi membantu pelaku usaha mengetahui kondisi bisnis, menyusun strategi, hingga mempermudah akses pinjaman dan pelaporan pajak.

Kegiatan PKM ini mendapat apresiasi dari Lurah Sarijadi, Evi Sjopiah Tusti, S.AP, M.Ap, yang menyebut program ini akan memperkuat semangat UMKM di 11 RW Sarijadi yang kini mulai aktif memanfaatkan pemasaran digital. Sementara itu, Koordinator UMKM Sarijadi, Yunyun Yunengsih, berterima kasih atas dukungan berupa pendampingan, peralatan usaha, dan bantuan modal.

Acara ditutup dengan pembagian perlengkapan usaha bagi UMKM sebagai bentuk dukungan nyata agar pelaku usaha kecil terus berkembang dan mampu bersaing di pasar modern.(sani/bnn)

Leave a Response