
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat – dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), menyambut baik gelaran Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar XV/2026 cabang olahraga gulat. Tidak hanya gulat, beberapa cabor serentak menggelar BK Porprov yang akan berakhir pada Desember mendatang.
“Gelaran BK merupakan satu tahap menghadapi Porprov November tahun depan. Dengan adanya BK ini kami berharap muncul atlet muda bertalenta di cabor gulat sehingga kedepannya mampu membawa nama baik Jabar di beberapa multi event, seperti misalnya PON 2028,” ujar Sekretaris Dispora Provinsi Jawa Barat Gilang Sailendra usai membuka BK cabor gulat di GOR Pajajaran Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (25/11/2025).
Gilang berharap semua element mampu mengusung hakekat fair play, baik atlet, pelatih maupun wasit agar kualitas pelaksanaan BK bisa terwujud. Gilang menekankan, usai BK tak hanya mampu berprestasi dilingkup Porprov ataupun PON, namun juga pencapaian prestasi harus diwujudkan di ranah internasional, seperti SEA Games, ASIAN Games bahkan Olimpiade.
“Saat ini Dispora bersama KONI Jabar sepakat Porprov harus dilaksanakan tahun 2026 karena kalau bergeser ke tahun berikutnya otomatis jadwal untuk PON 2028 akan terganggu karena waktunya mepet dan tak akan terkejar,” kata Gilang.
Sementara itu Ketua Pengprov Pesatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jabar H. Yoko Angga Surya mengatakan, sebanyak 25 Pengcab tampil di BK kali ini dengan total jumlah atlet 268 plus batas usia maksimal 25 tahun. Dua pengcab absen di BK kali ini yaitu pengcab PGSI Kabupaten Pangandaran dan Cimahi .
“Jumlah atlet naik signifikan dibanding BK Porprov empat tahun lalu. Akan halnya batas usia 25 tahun tidak berlaku untuk pegulat putri peraih medali emas PON tahun lalu, Kharisma yang ototmatis mendapat wild card. Sementara atlet yang lolos BK diproyeksikan untuk tanding di 18 kelas di PON,” ujar Yoko sambil menegaskan BK cabor gulat tidak memungut bayaran untuk atlet yang ikut serta.
Yoko bersyukur KONI Jabar memberi tiket 25 kelas di cabor gulat untuk bertanding di PON. KONI Jabar melihat hal yang paling urgen di cabor gulat, yakni pembinaan yang menyasar ke daerah dengan pola berjenjang dan berkesinambungan.
Ditempat yang sama Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Jabar Arif Herdiana menegaskan ihwal cabor gulat yang telah menyelesaikan verifikasi. Meski dengan berbagai keterbatasan namun cabor gulat bisa menyelesaikannya dengan baik.
“Bagi saya, cabor gulat memang telah berkembang dengan baik dan on the track. Raihan 3 emas di PON tahun lalu bisa menjadi indikasi kekuatan cabor gulat Jabar. Karena itu saya optimis dibawah kendali dan kerja keras Pak Ketua Umum (Yoko Angga Surya) cabor gulat mampu meraih emas lebih banyak di PON mendatang di NTT dan NTB,” ungkap Arif.
Arif berharap, trend positif yang ditunjukkan cabor gulat bisa diikuti oleh cabor-cabor lainnya. Arif menilai pada PON Beladiri di Kudus beberapa waktu lalu, prestasi cabor beladiri Jabar memberi sinyal yang cukup mengkhawatirkan ketika DKI dengan berbagai macam cara mampu menyalip dominasi Jabar. DKI akhirnya tampil menjadi juara umum PON Bela Diri II/2025.
“Di salah satu cabor di pentas PON Bela Diri telah memberlakukan sistem pertandingan yang tidak normatif. Hal-hal seperti ini harus sedini mungkin diantisipasi oleh cabor-cabor terkait dinamika menuju PON 2028,” kata Arif.
Ketua Panitia Pelaksana BK Porprov XV/2026 cabor gulat Antonius Kelikawe mengatakan BK Cabor gulat akan berlangsung 24 sampai 27 November 2025. Selaku ketua panpel Antonius mengucapkan terimakasih kepada Sekretaris Dispora dan KONI Jabar.
“Walaupun anggaran terbatas kita akan berjuang maksimal untuk mensukseskan BK cabor gulat karena ini akan menjadi barometer untuk cabor lainnya. Kita punya semangat, kita punya tenaga,” ujar Antonius.
Senada dengan ketua umum PGSI Jabar, Antonus menegaskan pada BK Porprov XV/2026, cabor gulat tidak memungut bayaran untuk para peserta yang tampil di BK.
“Tidak ada pungutan sama sekali karena saya yakin Pak Ketua telah berjibaku untuk kemajuan gulat Jabar,”tutur Antonius. (den)




