
Bandung, BANDUNGPOS.ID-Acara “Urun Rembug Sepakbola Jawa Barat” bersama Buky Wibawa Karya Guna yang dilaksanakan di Hotel Horison, Kota Bandung, Minggu malam (14/12/2025) menjadi langkah awal penguatan Buky untuk menakhodai Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat periode 2025-2029..
Sejak 14 Desember 2025 sebanyak 49 dari 63 Askab/Askot dan klub-klub pemegang hak suara atau voter memberikan Fakta Integritas Dukungan Penuh dan Menyepakati lelaki 62 tahun ini untuk memimpin induk sepakbola di Jawa Barat.
Lantaran itu fakta integritas atas dukungan tersebut langsung ditanda tangani 49 voter disela-sela acara Urun Rembug. Selain 49 voter, beberapa tokoh penting sepakbola Jawa Barat juga ikut hadir di acara tersebut.
Yang hadir tampak terlihat Direktur Klub Persikab Kabupaten Bandung, Edi Mulyo, SH, Bupati Garut dua periode 2012 – 2024, Rudy Gunawan, Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat (RHD) serta para legend Sepakbola Jawa Barat seperti Djadjang Nurdjaman dan Adeng Hudaya.
Buky mengatakan, total yang hadir dalam Urun Rembug ada 49 dari Askab/Askot dan klub-klub anggota resmi PSSI Jawa Barat sekaligus voter. Buky mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir dalam Urun Rembug ini, karena ini menjadi hal yang sangat penting sebagai sarana komunikasi.
Dalam sudut pandang Buky, Urun Rembug bukan semata-mata menyamakan persepsi. Tetapi, lebih kepada membangun untuk memulai membiasakan berkomunikasi dalam merancang cita-cita.
“Dalam Urun Rembug itu saya memberikan gambaran bahwa komunikasi itu menjadi hal penting dalam rencana kita dan bercita-cita untuk mengembangkan sepakbola di Jawa Barat menjadi lebih baik. Jadi, ini sebagai clue, Insya Allah, di tubuh Asprov PSSI Jawa Barat, kebiasaan komunikasi menjadi hal-hal yang rutin harus dilakukan,” tutur mantan musisi dan akademisi serta wartawan ini kepada media yang mewawancarainya usai acara Urun Rembug.
Dalam pemaparannya, Bukky menyampaikan beberapa blue print untuk pengembangan sepakbola di Jawa Barat. Akan tetapi, katanya, hal tersebut tidaklah mutlak hanya satu arah darinya.
“Justru di Urun Rembug saya meminta feedback dari teman-teman, pelaku sepakbola dari seluruh Askab, Askot dan klub-klub. Disitu saya menyampaikan bahwa komunikasi tidak dan bukan jaminan untuk kemenangan tapi kemenangan tidak mungkin dicapai kalau tidak ada komunikasi,” urai kakak kandung pelantun music rock Nicky Astria ini.
Menurutnya, Askab, Askot dan klub yang paling memahami bagaimana agar sepakbola di Jawa Barat lebih maju dan berhasil menjadi barometer sepakbola di tanah air di masa mendatang.
Tiga pilar utama menjadi pegangan Bukky nanti untuk membangun sepakbola Jawa Barat. Pertama, Dukungan Komunal yakni, dukungan organisasi dna anggota. Kedua, dukungan pemerintah dan ketiga dukungan pihak swasta.
“Secara garis besar, hanya ada tiga dukungan yang dibutuhkan untuk menguasai sepak bola di Jawa Barat, dukungan dari komunal. Klub, bobotoh, dan sebagainya yang sudah sangat kuat di Jawa Barat dan mungkin tidak bisa dikalahkan oleh provinsi lain dari sisi itu. Satu lagi adalah memperkuat dukungan pemerintah karena pemerintah punya peran penting dalam hal regulasi, kebijakan, membantu politik anggaran, sehingga harapan-harapan bahwa infrastruktur sepakbola di Jawa Semakin baik itu bisa terpenuhi,” papar Buky.
Buky menegaskan, sepakbola bukan semata-mata olahraga. Tetapi, sepakbola menciptakan ekosistem termasuk perekonomian masyarakat karena di dalamnya ada UMKM, transaksi jual beli lalu terjadi diskusi, komunikasi antar masyarakat sehingga menjadi tradisi yang menarik.
“Melihat gairahnya sepakbola di Jawa Barat sudah luar biasa. Kemarin saya hadir di Bupati Cup Subang. Turnamennya sekelas antarkecamatan tetapi gairahnya luar biasa, antusias dari penggemar bola, dari penonton, dari masyarakat begitu luar biasa,” ucap Buky.
Disinggung masalah pembinaan, Buky menilai salah satu aspek pembinaan adalah jenjang turnamen yang berkesinambungan sehingga klub-klub juga nanti tidak akan kesulitan mencari pemain dan tidak harus berburu pemain ke luar profesi.
Ditempat yang sama Ketua Umum Askot PSSI Bandung, H. Yoko Anggasurya menegaskan, semua voter semakin solid dan kompak.
“Singkat saja dari kami, sangat kompak, tidak akan berubah dan keluar dari jalur dukungan,” ujar H. Yoko.
Sementara itu Rudy Gunawan megatakan kehadirannya ke Urun Rembug karena memiliki interes terhadap Kepres No 3 tahun 2019.
“Kita akan memberikan contoh kepada kawan-kawan kepala daerah bahwa kita punya interest nomor 3 2019 tentang percepatan pembangunan sepakbola, itu ada dasar hukumnya. Jadi kalau mau membuat anggaran untuk sepakbola itu sudah boleh. Dan, sekarang ini kita memerlukan, itu komitmen Pak Gubernur bahwa satu kecamatan, satu lapangan sepakbola. Sepakbola di Jawa Barat pencintanya sekitar 28 juta orang. Dari 50 juta, 28 juta itu pencinta sepak bola, itu kan hebat luar biasa,” kata Rudy. (den)





