Layar Digital Bisa Redup, File Bisa Hilang, Lembaran Kertas Selalu Abadi
Oleh Muhammad Subhan Layar digital bisa redup, file bisa hilang, tapi lembaran kertas akan selalu ada untuk disentuh, diingat, dan diwariskan. BUKU adalah jendela dunia, kata orang-orang dahulu. Kini, orang-orang baru berkata, dunia ada di genggaman tangan. Buku mulai kehilangan takhtanya, digeser oleh layar-layar digital yang terang benderang. Kata-kata yang dulu dicetak, kini sekadar kilasan pixel yang bisa muncul dan hilang seketika. Praktis? Memang! Tapi ada yang menguap, lenyap, dan tak tergantikan. Dahulu, buku adalah barang mewah. Berlembar-lembar papirus digulung, ditulis dengan tangan. Lalu, datanglah mesin cetak Gutenberg, melahirkan revolusi. Buku meluas, berlipat...