Bandung, BANDUNGPOS.ID – Hari ini, Jumat 12/1/2024) secara serempak ketika Ketua Umum KONI Jabar menyampaikan ke setiap cabor bahwa latihan dipersilahkan dimulai pada 11 Januari, banyak cabor yang telah siap memulai latihan pertanggal tersebut, namun ada juga yang belum siap.
Ketidaksiapan tersebut menyangkut berbagai hal. Namun demikian atlet sudah memulai latihan. Kendala hanya terkait misalnya dengan tempat latihan dan tempat menginap. Seperti contoh di UPI.
Di UPI tempat menginapnya menunggu kegiatan lain yang telah ada sebelumnya, sehingga menunggu tempat tersebut kosong. Dengan demikian untuk menginap dan tempat latihanyapun dipergunakan kegiatan lain.
Demikian dikatakan Wakil Ketua II KONI Jabar Yunyun Yudiana di Gedung KONI Jabar Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (12/1/202).
“Dengan demikian tidak semua cabor bisa belatih mulai tanggal 11 Januari. Tapi yang penting atletnya tetap berlatih,” ujar Yunyun.
Berkutnya – tutur Yunyun, hari ini Jumat (12/1/2024) ada kesepakatan dengan mereka terkait dengan makan dan minum (mamin). Persoalannya adalah apakah mereka mau mandiri atau mau menggunakan bantuan KONI Jabar terkait dengan vendor pihak ketiga.
“Karena mengapa kita menggunakan pihak ketiga karena memang anggaran bulan Januari belum turun sehingga kami harus mencari pihak ketiga untuk menanggulangi hal tersebut. Dan alhamdulilah teman-teman kita di KONI sanggup untuk menanggulangi hal itu,” ungkap Yunyun.
Yunyun mengatakan, jalinan kerjasama dengan pihak ketiga tersebut tidak ada yang dirugikan. Bahkan dengan adanya pihak ketiga ini KONI Jabar merasa sangat terbantu termasuk beberapa cabor.
“Kami mempersilahkan cabor untuk mandiri dulu dan setelah dana hibah turun kita akan di reverse. Namun persoalannya tidak semua cabor mampu. Bayangkan saja cabor harus mengeluarkan 1,2 miliar rupiah pertiga bulan. Berat kan ?” ujar Yunyun.
Ketua Umum KONI sendiri sebelumnya sudah mempersilahkan kepada ketua cabor untuk misalnya masak sendiri asal persyaratan akuntabilitasnya terpenuhi. Atlet-atlet cabor terukur utamanya, seusai BK harus sudah berlatih kembali seperti misalnya cabor angkat besi atau dayung. Hal ini karena peak mereka harus tetap terjaga.
“Jadi semua karakter cabor kita harus paham. Kita juga menerjunkan tim sport medicine dengan ahli gizinya dan sudah ada diskusi dengan catering yang akan kita pakai. Kita juga menerjunkan tim monitoring dan evaluasi (monev) kemudian tim sport science dan psikolog,” ujar Yunyun.
MoU sendiri hampir rampung dilakukan dengan pihak ketiga. Hanya tinggal masalah penyusunan naskah kesepahaman.
Yunyun mengatakan, yang harus dilakukan sekarang adalah adu kualitas latihan. Dan tugas binpres sekarang adalah mengawal mereka dalam proses latihan plus melayani kebutuhan-kebutuhan mereka (atlet dan pelatih). Sebab ini akan berhubungan dengan pemantauan perkembangan mereka.
Menyangkut hasil BK ada yang berpotensi emas di PON. Namun Yunyun memperkirakan mungkin beda selisih sedikit dengan hasil di PON nanti. Atau kemungkinan kedua adalah juri dengan cara yang berbeda sehingga yang seharusnya emas bisa menjadi perak.
Perolehan emas sendiri diharapkan bisa meningkat dari perolehan hasil BK yang mencapai 236 emas dari target cabor 289 atau ekwivalen dengan 27 persen.
“Sebetulnya kenaikan 21 persen pun bisa tapi ada rasa khawatir. Sekarang kita tinggal mengawal saja target cabor yang 289 emas, Kalau bisa diwujudkan tentu Jabar Hattrick akan terpenuhi,” ujar Yunyun.
Disisi lain, Yunyun mengatakan jadwal pelatda selesai umumnya di bulan September. Ketika dipertengahan Agustus sudah ada beberapa atlet yang sudah diberangkatkan ke lokasi pertandingan, baik di Medan maupun di Aceh guna melakukan aklimatisasi.
“Contoh cabor arung jeram, sebulan sebelum PON XXI digelar mereka sudah ada di lokasi pertandingan. Jadi faktor alam sebagai media yang kompetitif cenderung lebih awal datang. Jadi hampir 50 persen cabor datang lebih awal,” kata Yunyun.
Ihwal pengukuhan atlet pelatda, Yunyun mengatakan sejauh ini masih menunggu konfirmasi dari Pj Gubernur Jabar. Meski demikian KONI Jabar berharap pengukuhan bisa dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Januari karena pada minggu yang sama juga akan dilakukan tes kesehatan atlet.
“Selanjutnya di bulan Februari akan ada tes fisik atlet . Kemudian minggu kedua dan ketiga Februari akan digelar character building dalam rangka menyatukan visi dan misi Jabar Hattrick,” ujar Yunyun.
Usulan para pelatihpun dipenuhi, misalnya character building jangan dlakukan pada Mei atau Juni karena mereka umumnya sedang melakukan try out. (den)





