Bandung Raya

Seminar FTK Unisba Angkat Konsep “Deep Learning” untuk Revolusi Pendidikan Bermutu

Menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21, Program Studi Magister Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Bandung menggelar Seminar Pendidikan bertajuk “Deep Learning: Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua” pada Senin, 28 Juli 2025. Acara ini menghadirkan pakar pendidikan nasional, Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek RI, sebagai pembicara utama.(foto: komhumas unisba)
299views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21, Program Studi Magister Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Bandung menggelar Seminar Pendidikan bertajuk “Deep Learning: Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua” pada Senin, 28 Juli 2025. Acara ini menghadirkan pakar pendidikan nasional, Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek RI, sebagai pembicara utama.

Dalam presentasinya, Dr. Laksmi menggarisbawahi pentingnya pergeseran paradigma dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia menyoroti rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa Indonesia yang tercermin dalam laporan PISA 2022 dan mengaitkannya dengan kesiapan menyambut bonus demografi serta visi strategis Indonesia Emas 2045.

“Deep learning bukan sekadar metode belajar, tapi pendekatan menyeluruh yang menyentuh akal, emosi, rasa, dan tubuh peserta didik,” jelasnya. Dr. Laksmi menekankan bahwa proses belajar yang bermakna haruslah menghargai setiap individu, bersifat sadar penuh (mindful), menyenangkan, dan menumbuhkan motivasi dari dalam diri, agar mampu membentuk karakter yang kokoh.

Ia juga memaparkan empat pilar utama yang menopang pendekatan ini, yaitu praktik pedagogi yang reflektif, kemitraan antara pengajar dan peserta didik, lingkungan belajar yang mendukung secara fisik dan digital, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.

Tujuan akhirnya adalah mencetak lulusan yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat: beriman, mandiri, kritis, kreatif, kolaboratif, sehat, komunikatif, dan berjiwa warga negara yang baik.

Sementara itu, Dr. Asep Dudi Suhardini, M.Pd., dosen FTK Unisba, menekankan bahwa implementasi pembelajaran mendalam harus selaras dengan fase perkembangan siswa. Ia menyebut guru sebagai kunci dalam mengolah pendekatan ini menjadi strategi konkret di kelas, mulai dari model pembelajaran hingga asesmen.

Senada dengan itu, Kaprodi Magister Pendidikan Islam, Dr. Dedih Surana, M.Ag., menyampaikan bahwa seminar ini menjadi langkah strategis untuk menjadikan dosen dan mahasiswa sebagai motor penggerak inovasi pendidikan. Ia juga membuka pintu bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk memperkuat kompetensi di bidang kependidikan Islam.

Diselenggarakan secara blended learning, seminar ini berhasil menarik ratusan peserta, termasuk dosen, mahasiswa pascasarjana, guru, praktisi pendidikan, hingga masyarakat umum yang antusias terhadap isu-isu pendidikan masa kini.(askur/png)

Leave a Response