Semangat Literasi SMAN -2 Banjar, dari Tradisi Juara Menjadi Lentera
Semangat Literasi SMAN -2 Banjar, dari Tradisi Juara Menjadi Lentera


KOTA BANJAR, Bandungpos –SMA Negeri- 2 Banjar memiliki visi dasar merwujudnya sekolah yang santun, unggul dalam prestasi, berbudaya hidup sehat, dan berwawasan lingkungan. Dalam konteks literasi, visi ini diwujudkan melalui terbentuknya budaya membaca dan menulis yang aktif, tercermin dari pencapaian guru dan siswa yang telah meluncurkan karya buku. Literasi di SMAN-2 Banjar tidak hanya terbatas pada membaca, tetapi juga membuka pikiran melalui literasi secara komprehensif, mencakup literasi digital dan karya nyata dari para guru dan siswa.
Gagasan yang disampaikan Kepala SMAN -2 Banjar Ade Sudrajat, S.Pd., M.Pd. saat kegiatan membuka “Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi” di kampus SMAN- 2 Banjar Jumat 17 April 2026. “Alhamdulillah guru dan siswa SMAN -2 Banjar sudah banyak menghasilkan karya dan menjadi juara. Semoga tradisi juara ini dapat terus dijaga dan dijaga oleh kalian,” ucapnya memberikan pesan dan penegasan kepada 40 siswa yang terpilih mengikuti kegiatan itu.
Acara yang dipandu oleh guru pembina literasi, Dyah Kartikaningsih, Nurul Aeni Hidayat dan Heri Ismanto yang memiliki prestasi bukan hanya di tingkat Kota Banjar, tapi juga di tingkat Jawa Barat dan tingkat nasional. “Sudah puluhan karya buku, baik dari guru maupun dari siswa SMAN- 2 Banjar yang sudah diterbitkan,” ucap Heri Ismanto.
Heri menambahkan bahwa Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi dilaksanakan di SMAN-2 Banjar dengan harapan untuk tetap dapat menjaga tradisi juara dan terus meningkatkan semangat para guru maupun siswa dalam berkarya. Acara workshop menghadirkan narasumber Sofian Munawar, Pendiri Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) yang juga merupakan Dosen Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya.
Dalam paparannya, Sofian Munawar menyampaikan pentingnya literasi dan numerasi terutama bagi kalangan Gen-Z. Menurutnya, kedua hal ini dapat menjadi modal utama kawula muda untuk berkarya. Literasi dan numerasi dapat menjadi lentera bagi kawula muda. Lentera bukan sekadar lampu. Lentera memiliki filosofi nilai yang perlu ditanamkan kepada para kawula muda. Lentera menjadi penerang generasi yang saat ini dirundung kegelapan dunia digital yang terkadang berputar dan penuh tantangan.
Sofian Munawar menyebutkan bahwa “Lentera” merupakan akronim dari: Literasi, Enumerasi, Nalar, Teknologi, Etika, Rasional, dan Aman. Ia berharap, filosofi ini dapat dijadikan tagline sebagai bahan kampanye bersama dengan semboyan yang menyemangati, seperti Lentera Digital Menarangi Jalan Menjaga Generasi , Dari SMAN – 2 Letera Sudah Menyala , atau semboyan lainnya yang dapat menyemangati para siswa untuk terus berkarya seraya mampu memanfaatkan perkembangan dunia digital dengan penuh keahlian ( digital kebijaksanaan ). “ Siswa SMAN – 2 Siap Menjadi Lentera Bersama RBK ,” pungkas Sofian Munawar, tokoh literasi penerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpustkaan Nasional. ** ( rm/rilis/bnn)





