Olahraga

Sebanyak 26 Klub Amatir Tampil di Liga 4 Piala Bandung Utama 2025

259views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Terik sinar matahari tak menjadi kendala seremoni pembukaan Kompetisi sepakbola “Liga 4 Piala Bandung Utama 2025” di Stadion Sidolig Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Minggu (28/9/2025). Selain dihadiri Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, Walikota Bandung Muhamad Farhan, Kadispora Sigit Iskandar, Ketua Harian KONI Jabar Arief Prayitno, juga hadir punggawa legend Persib, Adeng Hudaya, Robby Darwis, Djadjang Nurdjaman dan Adjat Sudrajat.

Sebanyak 26 klub amatir yang terdiri dari Perkumpulan Sepakbola (PS) anggota PSSI Kota Bandung serta tim Liga 4 asal Bandung ikut ambil bagian untuk memperebutkan tiket menuju kompetisi tingkat provinsi Jawa Barat. Pembukaan “Liga 4 Piala Bandung Utama 2025” dilakukan oleh Wakil Gubernur Erwan besama Muhammad Farhan.

Turnamen yang berlangsung mulai 28 September hingga 18 Oktober 2025 ini menjadi momentum penting bagi pembinaan sepak bola amatir di Indonesia, sekaligus langkah awal membangun fondasi yang lebih kuat bagi lahirnya talenta baru.

Wakil Gubernur Erwan Setiawan mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dan Asosias Kota (Askot ) PSSI Kota Bandung yang telah menyelengarakan Liga 4  Piala Bandung Utama tahun 2025. Erwan berharap lewat ajang ini akan lahir bibit-bibit pemain sepakbola masa depan yang bisa memperkuat Persib Bandung dan Tim Nasional yang lahir dari Stadion legendaris, Stadion Sidolig.

“Saya berharap jalannya kompetisi bisa berjalan aman, nyaman dan lancar, penuh dengan sportifitas. Jadikan kompetsi ini sebagai langkah awal bagi talenta-talenta muda  kota Bandung khususnya untuk menatap masa depan yang lebih menjanjikan  lewat sepakbola,” ujar Erwan.

Erwan menegaskan, kehadiran klub-klub amatir merupakan pilar utama dalam membangun sepak bola nasional. Liga 4 Piala Bandung Utama 2025 diharapkan berjalan sukses dan melahirkan pemain masa depan. Klub amatir adalah fondasi, tanpa mereka sepak bola Indonesia tidak akan punya basis kuat.

Sementara itu Walikota Muhamad Farhan menegaskan bahwa ajang ini penting untuk menghidupkan kembali tradisi klub sepak bola di Bandung.

“Liga 4 ini adalah bentuk pembinaan paling dasar dari Askot PSSI Bandung. Kami ingin menunjukkan bahwa klub di Bandung punya akar sejarah panjang, sekaligus mencetak bibit terbaik untuk Persib,” tuturnya.

Disisi lain Farhan  berharap ajang serupa bisa diperluas ke tingkat provinsi.

“Seperti yang sudah berjalan di Depok, saya berharap tim terbaik dari kota dan kabupaten bisa dipilih untuk membentuk Liga 4 tingkat Jawa Barat. Tapi ini masih usulan, meski demikian saya dorong agar pembinaan semakin berjenjang,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, Liga 4 Piala Bandung Utama menjadi ajang penting dalam peta pembinaan sepak bola Indonesia. Kompetisi ini memberi ruang bagi pemain muda mengasah kemampuan sekaligus menjaga eksistensi klub-klub lokal. Kehadiran kompetisi berjenjang seperti ini diyakini akan memperkuat fondasi sepak bola nasional dan mendukung pencapaian prestasi di level daerah maupun internasional.

“Dengan dukungan regulasi, partisipasi aktif klub amatir, serta komitmen pemerintah daerah, Liga 4 Piala Bandung Utama 2025 bukan hanya kompetisi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan sepak bola Indonesia,” urai Farhan.

Liga ini ditujukan khusus bagi pemain kelahiran 1 Januari 2003–31 Desember 2008 yang belum pernah tampil di kompetisi profesional. Seluruh peserta mendapat subsidi perlengkapan pertandingan, dengan pelaksanaan yang mengikuti regulasi resmi kompetisi sepak bola nasional.

Format kompetisi Liga 4 Piala Bandung Utama 2025 menggunakan sistem penyisihan grup round robin. Sebanyak 26 tim dibagi ke dalam enam grup, yakni empat grup berisi empat tim, sementara dua grup lain dihuni lima tim.

Juara dan runner-up grup akan melaju ke babak kedua yang kembali menggunakan sistem round robin dalam empat grup berisi tiga tim. Peringkat ditentukan berdasarkan poin, selisih gol, jumlah gol, head-to-head, hingga undian jika diperlukan.

Babak semifinal dan final akan menerapkan sistem knock-out dengan durasi pertandingan 2×45 menit. Jika skor imbang, pemenang ditentukan melalui adu penalti sesuai Laws of the Game. Demi kenyamanan, semua pemain juga mendapat perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. (den)

 

 

 

Leave a Response