
Oleh: Ridhazia
SEBELUM memejamkan mata, menjelang tidur malam ini, rasakan lelahnya, lalu katakan “Tubuhku, beristirahatlah!”
Itulah sekedar contoh bagaimana menyapa dan memanjakan tubuh sendiri dengan penuh kesadaran dan apresiasi.
Memperhatikan sensasi fisik, ketegangan, atau rasa sakit yang mungkin terabaikan dalam kesibukan sehari-hari.
Memberikan perhatian kondisi tubuh, jangan dianggap berlebihan. Tapi sebagai kesejatian dari praktik mindfulness.
Sebab secara biologis, tubuh manusia adalah suatu organisme hidup yang kompleks dan terintegrasi. Bukan sekadar wadah kosong.
Meski bukan sapaan formal, tapi menyapa tubuh itu keniscayaan peduli dengan diri sendiri. Setidaknya introspeksi sehingga terjalin hubungan positif ini.
Metamood
Dalam studi psikologi langkah kecil seperti ini lazim menjadi puncak dari refleksi dan instrospeksi yang disebut metamood.
Metamood merupakan salah satu ciri yang cukup unik dan mendasar pada diri manusia untuk mengenal dirinya sendiri.
Semacam puncak kesadaran akan fisiknya, sekaligus kesadaran emosinya sendiri.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.





