Bandung, BANDUNGPOS.ID – Kejuaraan Tenismeja dan Catur bertajuk Piala Walikota Bandung yang digagas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung sebenarnya sudah direncanakan pada tahun sebelumnya. Namun karena padatnya acara, seperti pelaksanaan Pelatda, maka kejuaran baru terlaksana dipenghujung tahun 2024.
Demikian dikatakan Ketua Umum NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan sesaat setelah seremonial pembukaan oleh Kadispora Edi Marwoto di GOR Pajajaran Bandung, Sabtu (7/12/2024). Menurutnya, Kejuaraan Tenis Meja dan Catur Piala Walikota Bandung yang dihelat mulai 7 hingga 10 Desember ini tak hanya diikuti penyandang disabilitas namun juga diikuti atlet umum.
“Selain penyandang disabilitas yang ikut serta, kami juga memberi kesempatan kepada peserta umum untuk tampil di kejuaraan ini. Dan sebanyak 400 peserta ikut di cabor tenis meja, sementara cabor catur diikuti lebih dari 200 peserta. Diacara pembukaan ini yang kita undang hanya dari atlet-atlet pelajar saja. Besok (hari ini – Red) Kita open tenis meja dan catur,” ujar Yadi usai acara pembukaan kejuaraan di GOR Pajajaran, Sabtu (7/12/2024).
Yadi berharap kejuaraan semacam ini bisa terselenggara setiap tahun karena dinilai penting untuk jam terbang atlet. Dengan demikian si atlet bisa mengukur kemampuannya sendiri. Yadi menegaskan kejuaraan ini bukan dijadikan ajang seleksi. Meski demikian beberapa pelatih tenis meja dan catur hadir. Diharapkan para pelatih ini bisa memantau bibit atlet potensial.
“Kami ucapkan terimakasih kepada Dispora dan pemerintah kota Bandung yang telah memfasiltasi kami, bukan saja dikejuaraan ini, tapi juga di kejuaraan-kejuaraan lainnya yang diselenggarakan NPCI Kota Bandung,” ujar Yadi.
Selain gelaran tenis meja dan catur Piala Walikota, Yadi mengungkapkan terbuka peluang untuk cabor-cabor lainnya menggelar event serupa bertajuk Piala Walikota di tahun depan.
“Kenapa hanya cabor tenis meja dan catur yang dipilih di kejuaraan kali ini, hal ini karena melibatkan banyak orang selain itu ada tujuan sosialisai dan kesetaraan. Kalau cabor lain mungkin susah ya. Seperti misalnya cabor voli duduk, masa yang umum duduk,” ujar Yadi.
Disisi lain Yadipun mengungkapkan adanya tawaran dari NPCI Jabar untuk menjadi tuan rumah penyelengaraan Peparda 2026 menyusul mundurnya kota Bogor sebagai tuan rumah Peparda 2026.
“Memang ada tawaran dari NPCI Jabar (sebagai tuan rumah Peparda 2026), tapi nanti kita komunikasikan dengan Walikota terpilih. Kalau seandainya ditanya soal kesiapan, NPCI Kota Bandung siap terutama soal fasiltas, tapi itu kan (tuan rumah Peparda) butuh dana yang besar. Oleh karena itulah kita akan audensi dulu dengan Walikota terpilih,” tutur Yadi.
Ditempat yang sama ketua penitia pelaksana Kejuaraan Tenis Meja dan Catur Piala Walikota Bandung, Wawa Gunawan mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan tahun ini diharapkan mampu menjaring atlet masa depan NPCI Kota Bandung khususnya dari cabor tenis meja dan catur, dua cabor yang dipertandingkan di kejuaraan kali ini.
“Kita berharap lewat kejuaraan ini terwujud regenerasi sekaligus memberi motivasi semangat untuk terus berlatih untuk menjadi atlet internasional. Selaku pengurus dan ketua panpel, saya akan selalu mengontrol dan membenahi terhadap pelatih atau atlet-atlet yang ada di NPCI Kota Bandung. Cita-cita pengurus selama ini ini antara lain ingin mensejahterakan para atlet agar mereka nyaman disaat berlatih dan kemudian memberi prestasi untuk NPCI Kota Bandung,” ujar Wawa. (den)





