
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Wali Kota Bandung Muhamad Farhan mengatakan , prestasi olahraga merupakan salah satu elemen penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Bandung. Farhan menegaskan, perhatian terhadap dunia olahraga tidak bisa setengah-setengah karena negara pun menempatkan olahraga sebagai sektor strategis dalam pembangunan nasional.
“Prestasi olahraga itu salah satu elemen penting untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kota Bandung. Karena itu perhatian kita kepada dunia olahraga harus serius, sebab negara juga sangat serius mengurus olahraga,” ujar Farhan pada acara Rapat Kerja KONI Kota Bandung yang dilaksanakan di Hotel Grand Arjuna Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung, Selasa (30/12/2025).
Farhan mengambil contoh keseriusan negara yakni dengan adanya kementerian khusus olahraga serta undang-undang yang secara spesifik mengatur bidang tersebut. Hal itu – lanjut Farhan, menjadi dasar bahwa pemerintah daerah juga wajib memiliki komitmen yang sama kuat dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Dalam penilaian Farhan para atlet dan pelatih berprestasi, termasuk yang tampil di ajang SEA Games Thailand yang baru lalu, khususnya di cabang triathlon dan balap sepeda, merupakan individu-individu yang berada di puncak prestasi. Namun, puncak prestasi tersebut tidak mungkin tercapai tanpa fondasi pembinaan yang kokoh dan berkesinambungan sejak level bawah.
“Orang-orang yang berprestasi itu berada di puncak kualitas prestasi. Tapi puncak itu harus punya dasar yang kuat. Dasar inilah yang harus kita bangun bersama, supaya Kota Bandung selalu menjadi tempat lahirnya atlet-atlet terbaik,” tutur Farhan.
Ia juga menekankan bahwa Kota Bandung memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan sekaligus destinasi wisata olahraga. Farhan mencontohkan kawasan Stadion Siliwangi yang dinilainya sudah sangat lengkap karena menampung berbagai fasilitas olahraga dalam satu kompleks, mulai dari sepak bola, atletik, padel, tenis, bulu tangkis, squash, renang, bowling, hingga kebugaran dan golf.
“Sekarang ini mungkin belum yang terbaik, tapi sudah yang paling komplet. Di situ ada fasilitas olahraga, hotel, tempat makan, sampai ballroom untuk kegiatan. Itu sudah menjadi destinasi wisata olahraga tanpa kita sadari,” ungkap Farhan.
Ke depan, Pemerintah Kota Bandung berencana mengembangkan konsep serupa di sejumlah kawasan lain seperti Pajajaran, Cikutra, dan Lodaya. Farhan menegaskan bahwa pembangunan fasilitas olahraga akan terus dilanjutkan agar Bandung selalu siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga.
Menanggapi isu gagalnya Bandung menjadi tuan rumah pada agenda tertentu, Farhan meminta hal tersebut tidak dipandang sebagai kegagalan. Ia menyebutnya sebagai bagian dari kolaborasi regional dengan daerah sekitar di Jawa Barat.
“Jangan anggap itu kegagalan. Anggap saja bagian dari kolaborasi. Yang penting, fasilitas olahraga di Bandung harus selalu siap,” katanya.
Farhan menambahkan, konsep wisata olahraga memiliki relevansi kuat untuk jangka panjang, termasuk menuju 2030. Ia mencontohkan kota-kota dunia seperti Munchen dan Athena, di mana stadion olahraga bersejarah justru menjadi tujuan wisata utama. “Kalau orang datang ke Bandung, tempat-tempat olahraga juga harus jadi tujuan wisata. Tugas atlet fokus prestasi, tugas kami di pemerintah dan KONI membangun ekosistem sehat, termasuk masa depan atlet setelah pensiun,” ujar Farhan. (den)




