PPID Setwan Jabar Jadi Tempat PKL Monju Menyuarakan Keresahan, Nasib 39 Pedagang Menanti Kepastian
PKL Monju Resah

KOTA BANDUNG, Bandungpos.id – Ketidakpastian penyelesaian persoalan yang dihadapi puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) kembali mendorong para pedagang mendatangi Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).
Sekitar 11 orang perwakilan pedagang, dipimpin Koordinator PKL Monju, Sandy, mendatangi Ruang Pelayanan Informasi Publik (PPID) Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat untuk menyampaikan keresahan sekaligus mencari kejelasan atas aspirasi yang telah mereka perjuangkan.
Kedatangan tersebut merupakan kelanjutan dari audiensi sebelumnya bersama Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Para pedagang berharap hasil pertemuan tersebut mendapatkan tindak lanjut yang jelas dari pihak Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.
Namun, hampir satu bulan berlalu, para pedagang mengaku belum memperoleh kepastian mengenai perkembangan rekomendasi yang mereka nantikan.
Sandy mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali berupaya mencari informasi dan berkomunikasi dengan pihak terkait.
“Saya sudah lelah ke sini beberapa kali, saya sudah lelah juga menanyakan surat rekomendasi tersebut ke anak buahnya Pak Sekda, yang katanya belum ada, belum turun,” ungkap Sandy.
Menurut perwakilan pedagang, persoalan tersebut menyangkut keberlangsungan usaha sekitar 39 PKL yang terdampak dan masih berharap adanya solusi serta kejelasan penyelesaian.
Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga membawa tekanan ekonomi bagi sebagian pedagang yang menggantungkan penghidupan dari aktivitas usaha di kawasan Monju.
Salah seorang perwakilan pedagang, Yuyun, turut menyampaikan bahwa ketidakpastian yang berkepanjangan semakin membebani kondisi keuangannya, termasuk kewajiban utang yang terus bertambah.
Para pedagang berharap DPRD Jawa Barat dapat membantu menjembatani komunikasi dengan Sekretariat Daerah sehingga aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada proses audiensi semata.
PPID Hadirkan Ruang Pelayanan yang Humanis
Di tengah keresahan yang disampaikan, rombongan PKL Monju mendapat penerimaan dari petugas PPID Sekretariat DPRD Jawa Barat.
Melalui pendekatan pelayanan yang terbuka dan komunikatif, para pedagang diberikan kesempatan menyampaikan berbagai keluhan, harapan, serta persoalan yang mereka hadapi.
Pelayanan yang ramah dan penuh empati tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi para pedagang.
Perwakilan PKL Monju menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PPID Sekretariat DPRD Jawa Barat atas penerimaan yang baik, keramahan petugas, serta kesediaan mendengarkan keluh kesah mereka.
Bagi masyarakat yang tengah memperjuangkan kepastian atas persoalan yang dihadapi, kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan merasa didengarkan merupakan bagian penting dari pengalaman pelayanan publik.
Kehadiran PPID di lingkungan Sekretariat DPRD Jawa Barat mencerminkan pentingnya pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan informasi, tetapi juga mengedepankan sikap responsif, empati, dan penghormatan terhadap masyarakat.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pelayanan publik yang menempatkan masyarakat sebagai pihak yang berhak memperoleh pelayanan secara ramah, terbuka, dan profesional.
Berharap Ada Kejelasan Tindak Lanjut
Meski mengapresiasi pelayanan yang diterima, para pedagang menegaskan bahwa harapan utama mereka tetap tertuju pada kepastian penyelesaian persoalan yang telah berlangsung cukup lama.
Mereka berharap pimpinan DPRD Jawa Barat dapat kembali membantu mengomunikasikan aspirasi tersebut kepada pihak Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat agar terdapat kejelasan mengenai perkembangan dan tindak lanjut rekomendasi yang dinantikan.
Bagi 39 pedagang yang terdampak, kepastian menjadi hal penting agar mereka dapat menentukan langkah selanjutnya dalam mempertahankan keberlangsungan usaha dan kehidupan keluarga. **( Adem/BNN)





