Olahraga

Posisi Runner Up ASEAN Para Games XIII/2026, Pencapaian Yang Patut Dibanggakan

218views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID –  Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Barat Dr Hery Antasari, memberi apresiasi tinggi atas prestasi atlet Jawa Barat yang memperkuat kontingen Indonesia pada ajang ASEAN Para Games XIII/2026 yang digelar di Thailand 20-25 Januari 2026.

Ia menilai prestasi tersebut sebagai hasil kerja keras atlet serta pembinaan berkelanjutan yang selama ini dijalankan di Jawa Barat.

“Luar biasa, saya mengucapkan selamat kepada seluruh atlet Jawa Barat yang mewakili Indonesia di ASEAN Para Games di Thailand,” ujar Hery  pada penyambutan kontingen NPCI asal Jabar di SPOrT Jabar Arcamanik Jalan Pacuan Kuda Kota Bandung, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, posisi Indonesia sebagai juara umum kedua merupakan pencapaian yang patut dibanggakan, mengingat tuan rumah biasanya memiliki keuntungan tersendiri.

Hery menyebut kontribusi Jawa Barat sangat signifikan dalam perolehan medali kontingen Indonesia. Dari total 135 medali emas,  143 perak dan 114 perunggu yang diraih Indonesia, atlet Jawa Barat menyumbang sekitar seperempatnya. Rinciannya adalah 26 emas, 32 perak dan 19 perunggu.

“Jawa Barat menyumbangkan kurang lebih 24 sampai 25 persen medali Indonesia, dan jumlah atletnya juga sekitar 20 persen dari total atlet Indonesia,” katanya.

Ia menilai capaian tersebut mencerminkan kualitas pembinaan olahraga disabilitas di Jawa Barat yang berjalan dengan baik. Mulai dari sistem pembinaan, regenerasi atlet, hingga program latihan dinilai telah memberikan hasil nyata.

“Ini menunjukkan pembinaan di Jawa Barat baik, regenerasinya berjalan, dan latihan-latihan yang dilakukan menghasilkan prestasi dan hasil yang positif,” ucap Hery.

Terkait agenda ke depan, Heri menegaskan bahwa ASEAN Para Games merupakan bagian dari tahapan pembinaan berkelanjutan menuju ajang yang lebih tinggi. Ia menyebut jalur pembinaan dimulai dari Peparda, Peparnas, hingga multi event internasional.

“Semua multi event itu bagian dari pembinaan berkesinambungan, dari Peparda, Peparnas, ASEAN Para Games, sampai ke Paralimpiade,” jelasnya.

Mengenai penghargaan bagi atlet, Heri memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan apresiasi. Ia menyebut anggaran penghargaan telah dipikirkan, meski pelaksanaannya menyesuaikan dinamika tahun anggaran.

“Insyaallah pasti dipikirkan dan akan dianggarkan. Tinggal menunggu waktu yang tepat, yang pasti Pemprov Jawa Barat akan memberikan apresiasi,” tegasnya.

Sementara itu, terkait penyelenggaraan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda), Heri memastikan lokasi dan waktu pelaksanaan tengah difinalisasi.

“Peparda akan diselenggarakan di Kota Bandung dan sekitarnya, waktunya sekitar November atau Desember. Mudah-mudahan berjalan lancar,” pungkasnya.

Prospek Cerah

Ditempat yang sama Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat, Hary Susanto, mengapresiasi penampilan atlet-atlet Jawa Barat yang memperkuat kontingen Indonesia pada ajang ASEAN Para Games XIII/2026. Ia menilai mayoritas atlet asal Jawa Barat yang tampil saat ini masih berusia muda sehingga memiliki prospek cerah untuk prestasi jangka panjang.

“Alhamdulillah, kalau melihat atlet-atlet Indonesia khususnya dari Jawa Barat, ke depan insyaallah akan lebih baik lagi karena atlet kita yang masuk tim ASEAN Para Games usianya masih muda semua,” ujar Hary Susanto.

Menurutnya, faktor usia menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan prestasi. Dengan komposisi atlet muda, Jawa Barat diyakini mampu memberikan kontribusi lebih besar pada ASEAN Para Games berikutnya yang akan digelar di Malaysia.

“Di dua tahun ke depan pada ASEAN Para Games Malaysia, mudah-mudahan atlet asal Jawa Barat bisa tampil lebih mantap lagi,” katanya.

Hary juga mengungkapkan peluang atlet Jawa Barat untuk tampil pada ajang internasional berikutnya, termasuk Asian Para Games di Nagoya, Jepang. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 24 atlet telah terpanggil untuk memperkuat kontingen Indonesia.

“Sampai saat ini ada 24 atlet yang terpanggil, dan untuk Nagoya bulan Oktober nanti, mudah-mudahan dari hasil di Thailand ada tambahan lagi, khususnya dari Jawa Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar atlet yang tampil di ASEAN Para Games Thailand masih dipertahankan dan kembali melanjutkan pemusatan latihan nasional. Jumlah atlet diperkirakan akan bertambah seiring kebutuhan tim menuju ajang yang lebih besar.

“Yang 24 atlet itu dipertahankan dan sekarang lanjut pelatnas lagi. Ke depan jumlahnya pasti meningkat,” ucap Hary.

Untuk Asian Para Games Nagoya, Indonesia direncanakan akan mengirimkan atlet dari delapan cabang olahraga. Hary berharap atlet Jawa Barat tetap menjadi tulang punggung kontingen nasional di berbagai nomor pertandingan.

Terkait pemerataan prestasi, Hary mengakui kontribusi atlet Jawa Barat belum sepenuhnya merata dari 27 kabupaten dan kota. Masih ada daerah yang belum memiliki wakil di level ASEAN Para Games.

“Kalau melihat pembinaan di Jawa Barat, memang belum merata dari 27 kabupaten/kota. Belum semua daerah ada atlet yang masuk ASEAN Para Games,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan pembinaan di daerah agar setiap kabupaten dan kota memiliki ikon atlet yang mampu menembus level nasional hingga internasional.

“NPCI Jawa Barat harus mendorong setiap daerah punya ikon atletnya sendiri supaya bisa masuk kontingen Indonesia dan menjadi motivasi,” ujarnya.

Menanggapi rencana penyelenggaraan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) di Kota Bandung pada November mendatang, Hary menyatakan dukungan penuh. Ia berharap pelaksanaan tidak bergeser dari tahun ini agar tidak mengganggu program pembinaan.

“Yang penting Peparda terlaksana tahun ini. Fasilitas di Kota Bandung sudah memadai, tinggal pemeliharaan. Mudah-mudahan semua berjalan sukses dan lancar,” urai Hary. (den)

Leave a Response