Olahraga

Semua Cabor Hadir di Workshop Pelatihan Pra Porprov Tahun 2026

11views

Bandung – BANDUNGPOS.ID  :  “Kami dari Dispora  dan pengurus KONI Kota Bandung sedang bersiap  agar kontingen Kota Bandung bisa mencapai hasil yang maksimal pada gelaran Porprov di 2026 ini. Oleh karena itu kegiatan ini fokusnya ke pelatih. Bagaimana pelatih juga mempunyai visi misi yang sama dalam mengejar target prestasi di Porprov nanti,” ujar Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung H. Hendy Maulana Yusup, S.T., M.A.P. pada acara Workshop Pelatihan Pra Porprov Tahun 2026 di RS Murni Teguh Jalan Naripan, Kota Bandung, Minggu (14/6/2026).

Hendy mengatakan bersama Ketua KONI dan Direktur RS Murni Teguh, semua aspek dibahas pada kegiatan ini , baik aspek makanan dan kesehatan serta mempelajari dan mendapatkan ilmu yang sama.

“Saat ini saya dan Pak Kadispora  dan Pak Ketua KONI sedang melakukan pemetaan. Pemetaan mengenai besaran anggaran yang memang diperlukan, walaupun pada dasarnya anggaran yang sekarang yang ada itu kita push untuk bisa mencukupi. Tetapi apabila ternyata ada tambahan, itu akan menjadi vitamin bagi atlet dan para pelatih agar bisa berjuang secara maksimal,” ujar Hendy

Timbal balik prestasi

Ditempat yang sama Ketua KONI Kota Bandung DR. Nuryadi M.Pd mengucapkan terima kasih kepada bidang  Binpres dan di Diklatar yang telah memprakarsai kegiatan workshop pelatihan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, yaitu tes fisik yang dilaksanakan di Kampus FPOK beberapa waktu lalu yang diprakarsai oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung.

“Tentu saja kami sebagai leading sector dan mitra pemerintah—dalam hal ini olahraga prestasi, menindaklanjuti data-data yang harus kami sampaikan terhadap cabang olahraga, tentu saja terkait dengan kondisi fisik. Secara umum, kondisi fisik itu berkisar diangka  70%, lebih detailnya nanti ada di masing-masing cabang olahraga,” ungkap Nuryadi.

Namun demikian — lanjut Nuryadi, KONI melihat mayoritas ada di kategori cukup dan tinggi. Meskipun KONI melhat ada beberapa cabang olahraga yang kurang. Memang cabor tersebut tidak memerlukan kondisi fisik yang prima. Misalnya bridge, catur,  sehingga kategori itu berada di kategori kurang.

“Hasil tes fisik yang memerlukan kondisi fisik prima seperti cabang olahraga permainan, itu betul-betul akan digali oleh tim pemateri bersama dengan cabang olahraga, supaya ditindaklanjuti beberapa bulan ke depan sehingga tidak di sekitar 70% melainkan di atas 85% bagi cabang olahraga yang memerlukan kondisi fisik prima,” kata Nuryadi.

Menurutnya melalui kegiatan Diklatar ini tentu saja memanfaatkan tidak hanya unsur physically, namun demikian unsur psikis dan unsur keilmuan lainnya.

“Forum workshop ini untuk menggali apa-apa yang harus dilakukan. Karena ini ilmu yang cukup mahal. Kita optimalkan melalui kerja sama. Karena ini betul-betul menjelang Porprov sehingga apa yang diinginkan oleh Pemerintah Kota Bandung kami implementasikan melalui KONI, melalui Diklatar, sehingga secara utuh keilmuan didapat oleh para pelatih,” papar Nuryadi.

Adapun nara sumber yang tampil antara lain dari unsur psikis, psikologi yaitu dr. Mona, dari unsur injury adalah dr. Ian. Dan dari unsur  nutrisi adalah dr. Luli yang merupakan Direktur Rumah Sakit Murni Teguh.

Semua cabor dilingkup KONi Kota Bandung ikut serta. Kegiatan Worshop Pelatihan Pra Porprov Tahun 2026 berlangsung sehari penuh.

Nuryadi menegaskan, apa yang digariskan oleh pemerintah bahwa yang dilakukan harus optimal dan harus maksimal di semua cabang olahraga, sehingga 81 cabang olahraga termasuk dua cabor eksibisi  hadir sini.

“Saya optimis kegiatan ini bisa optimal. karena anggaran pemerintah diberikan ke kami, kami sampaikan melalui dana operasional pembinaan. Ya itulah kita harus timbal baliknya  dengan prestasi. Saya kira itu,” kata Nuryadi. (den) ***

Leave a Response