Bandung, BANDUNGPOS.id – Cikal bakal Lempiknas adalah kota Bandung. Dan kreasi orang Bandung yang pertama diawali dari para tokoh Buah Batu Corps (BBC) tempo dulu. Lempiknas sendiri sudah mulai menasional bahkan mendunia.
“Multi player effectnya sangat luar biasa, diantaranya selain olahraga kreasi juga produk-produk untuk suporting kegiatan Lempiknas ini bakal mengangkat produk UMKM Kota Bandung,” ujar Pj Walikota Bandung Bambang Tirtoyuliono saat membuka Kejuaraan Lempar Pisau dan Kreasi Nasional (Lempiknas) tingkat Kota Bandung Walikota Cup di arena lempar pisau di Jalan Lodaya Kota Bandung, Sabtu (20/7/2024).
Bambang mengatakan, apresiasi selanjutnya adalah ditahun 2024 Piala Walikota Lempiknas tergelar dan berkaitan dengan HUT Kota bandung yang ke 214. Jumlah pesertapun – ujar Bambang, sangat luar biasa. Peserta datang bukan saja dari kota Bandung sebagai tuan rumah, tapi juga banyak dari luar kota Bandung bahkan dari luar pulau Jawa.
“Hal ini menunjukkan bahwa semangat dan keinginan dari para penggiat Lempiknas ini sangat luar biasa. Saya sebagai refresentasi dari Pemerintah kota Bandung memberi apresiasi yang tinggi bahwa ternyata olahraga kreasi ini sudah bisa mendunia,” ujar Bambang.
Bambang juga optimis olahraga lempar pisau – yang selama ini menjadi cabang olahraga masyarakat, kedepannya menjadi cabang olahraga prestasi. Syaratnya harus konsisten dan komitmen bahwa olahraga lempar pisau harus tumbuh dan berkembang yang bisa membanggakan nasional.
“Walikota cup ini harus menjadi flatform untuk kita bisa lebih tumbuh dan berkembang bukan hanya sebagai olahraga kreasi di masyarakat namun juga menjadi olahraga prestasi,” ucap Bambang.
Ditempat yang sama Ketua Umum Lempiknas Kota Bandung yang juga ketua panpel Walikota Cup, Atet Dedi Handiman mengatakan, embrio Lempiknas adalah Kota Bandung tatkala para sesepuh BBC membentuk BBC lempar pisau. Lantaran animo masyarakat besar maka digagaskan sebuah wadah yang sifatnya nasional.
“Tahun 2021 terbentuk dan salah satu misi kami itu adalah memfasilitasi para penggiat sekaligus mengedukasi bagi para penggiat lempar pisau. Oleh karena itu kami meminta restu kapada Pak Pj Walikota dan alhamdulilah direstui bahkan diminta untuk menjadi event tahunan,” tutur Atet.
Atet mengatakan, Kejuaraan Lempiknas Walikota Cup ini juga dijadikan program Road to Lombok dalam rangka menuju Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) ke VIII di Lombok, NTB.
“Oleh karena itu saya berharap setiap kabupaten dan kota bisa mengelar event Lempiknas guna mencari bibit potensial di olahraga lempar pisau,” ujar Atet.
Kejuaraan Lempiknas Walikota Cup diikuti 17 klub dengan jumlah peserta mencapai 176 putra dan putri. Adapun jenis lemparan yang dilombakan antara lain nomor spin, no spin, half spin dan Kapak.
“Selain piala Walikota, kami juga nanti akan memberikan penghargaan berupa uang pembinaan untuk setiap kelas. Diakhir lomba ada penentuan Master. Nanti di 10 Besar baik itu putra maupun putri maupun kelompok umur akan diambil juara 1 sampai 3,” tutur Atet.
Kejuaraan Lempiknas Walikota Cup akan menjadi acuan untuk pertandingan-pertandingan lempar pisau dimasa yang akan datang. Atet berharap kejuaraan yang untuk pertamakalinya digelar di Bandung ini bisa dijadikan technical hand book (THB) secara nasional. (den)





