Metro Bandung

Pilot Project Pertama di Indonesia, Alumni WBS Griya Harapan Jadi Pionir Teknologi Vocoda AI

4views

BANDUNG, Bandungpos.id–Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi hanya tren, melainkan solusi nyata bagi kemampuan penyandang disabilitas.

Hal ini diwujudkan melalui strategi kolaborasi antara UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dengan CV Anyatha Indonesia.

​Dalam proyek percontohan (proyek percontohan) ini, para Warga Binaan Sosial (WBS) yang telah menyelesaikan masa pelatihan percaya menjadi pengadopsi awal atau pengguna awal aplikasi Vocoda AI. Sebuah terobosan teknologi yang dirancang untuk meruntuhkan sekat komunikasi bagi penyandang disabilitas rungu wicara.

​UPTD Kepala Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel, Andina Rahayu, SH, MH, menyebutkan bahwa keterlibatan para alumni WBS ini merupakan bukti nyata keinginan program pelatihan yang dilakukan melewatkannya.

​“Partisipasi warga binaan dalam pilot project ini menunjukkan potensi besar mereka dalam beradaptasi dengan teknologi masa kini. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelatihan di Griya Harapan tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi berlanjut pada pemberdayaan nyata di tengah,” ungkap masyarakat Andina Rahayu. Rabu (22/4/2026)

​Aplikasi Vocoda AI sendiri hadir sebagai jembatan inovatif. Melalui alat bantu ini, penyandang rungu wicara diharapkan dapat berkomunikasi secara normal dengan masyarakat umum tanpa harus selalu bergantung pada bahasa isyarat atau alat bantu dengar konvensional.

​Perwakilan CV Anyatha Indonesia menjelaskan, pemilihan alumni WBS sebagai penguji utama aplikasi ini bertujuan untuk mendapatkan umpan balik langsung dari pengguna yang memiliki kebutuhan khusus. Dengan demikian, fitur-fitur dalam Vocoda AI dapat dikembangkan agar lebih ramah dan relevan.

“Kami ingin memastikan Vocoda AI benar-benar inklusif. Dengan melibatkan mereka, kami mendapatkan perspektif penting untuk menyempurnakan alat ini agar dapat menjangkau semua kalangan,” jelasnya.

​Proyek yang juga merupakan hasil kolaborasi dengan pengembang teknologi internasional ini menjadi proyek percontohan pertama di Indonesia. Ke depan, hasil pengujian oleh para alumni WBS ini akan menjadi dasar pengembangan fitur lanjutan sebelum nantinya digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia.

“Melalui langkah ini, teknologi AI tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang jauh, melainkan menjadi alat pemberdayaan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan ruang interaksi yang setara bagi semua.” tukasnya.**( Adem/BNN)

Leave a Response