
Bandung,BANDUNGPOS.ID – Nama Dr. H. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si tiba-tiba mencuri perhatian masyarakat Jawa Barat. Lelaki 62 tahun yang kini didapuk sebagai Ketua DPRD Provinsi Jabar itu merupakan sosok multi talenta. Selain seorang politisi, Buky merupakan seorang akademisi dan juga musisi.
Belakangan nama Buky kembali mencuat, bukan diranah politik ataupun musik melainkan ditataran sepakbola – cabang olahraga tingkat dewa yang mampu membius publik sejagat dengan sejuta drama dan pesona didalamnya.
Buky menegaskan keinginannya untuk kembali terlibat aktif dalam dunia sepak bola. Kecintaannya terhadap sepak bola – tutur doktor alumnus UNPAD ini, tidak pernah pudar.
“Kalau orang sudah pernah mencintai bola, pasti akan balik lagi mencintai bola. Cuma mungkin sekarang konteksnya berbeda, lebih luas dan lebih strategis,” ujar sosok low profle ini saat sharing dengan pewarta olahraga, Selasa malam (9/12/2025) di Bandung.
Isu Buky bakal menakhodai Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jabar masa bakti 2025-2029 menguat setelah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi secara terbuka memberi mandat kepada Buky untuk terlibat lebih jauh dalam pembenahan sepak bola Jabar.
Mandat tersebut tentu bukan sekadar bisikan politik. Dedi menyampaikannya langsung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama insan sepak bola Jawa Barat beberapa waktu lalu. Lantaran itu tak pelak Buky kini digadang-gadang menjadi figur kuat memimpin Asprov PSSI Jawa Barat.
Dalam baku bincang yang dibalut suasana rileks, Buky mengatakan terdapat tiga komponen utama pembinaan sepakbola antara lain, Pertama, adanya dukungan komunal seperti organisasi yang tergabung dengan PSSI. Kedua, dukungan dari pemerintah.
“Saya kira sangat penting aspek ini (dukungan pemerintah). Bisa dukungan infrastruktur atau program dan lainnya. Saya melihat belum sepenuhnya didukung, sejauh mana dukungan pemerintah terhadap sepak bola di Jawa Barat,” ujar kakak kandung pelantun musik rock Nicky Astria ini.
Aspek ketiga adalah dukungan sponsorship. Dukungan ini sebagai dukungan yang tidak kalah penting. Dukungan yang harus ada, tidak boleh tidak ada. Sepakbola tidak boleh lepas dari 3 aspek penting ini.
“Ketiga komponen ini harus solid, kalau salah satu tidak kuat maka akan sulit untuk berkembang” tegasnya.
Buky juga menyoroti perlunya pemerataan infrastruktur yang merata seperti lapangan sepak bola agar liga desa, liga pesantren dan pembinaan usia dini bisa tumbuh.
Selain itu diharapkan aspirasi yang disampaikannya bisa menjadi blue print. Pemikiran klub-klub menjadi pokok-pokok pemikiran kemajuan olahraga. Mungkin saja ada kekhasan sepak bola dari beberapa daerah.
Ia menilai keterhubungan tiga komponen tersebut akan menentukan apakah sepak bola Jawa Barat bisa bertahan dan berkembang. Namun dalam tataran teknis, Buki menegaskan tidak akan mencampuri secara detail.
“Saya tidak akan masuk terlalu teknis. Justru saya akan terus bertanya dan melibatkan mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi di sepakbola,” ucapnya.
Dalam penilaian Buky, para pengelola klub dan pengurus Askot-Askab adalah sosok-sosok yang telah teruji oleh waktu melalui pengorbanan dan kesetiaan.
“Sulit mencari orang baru kalau tidak benar-benar gila bola. Mereka ini yang sudah teruji, dan itu harus diapresiasi,” katanya.
Buki mengaku terdorong untuk maju sebagai ketua Asprov PSS Jabar setelah mendapatkan informasi bahwa perkembangan sepak bola Jawa Barat dinilai tertinggal dibandingkan Jawa Timur — misalnya. Menurutnya, hal tersebut harus dijadikan peringatan serius agar Jawa Barat tetap menjadi barometer sepak bola nasional.
“Ini jadi warning buat kita semua, bagaimana Jawa Barat tetap menjadi barometer sepak bola di Indonesia,” ujar Buky.
Menjawab anggapan keterkaitan politik dalam dunia olahraga, Buki menyebut bahwa fenomena politisi memimpin cabang olahraga sudah terjadi di banyak daerah. Menurutnya, selama memiliki komitmen yang kuat, hal tersebut justru bisa memperkuat posisi organisasi.
“Yang terpenting adalah bagaimana semua potensi ini disatukan untuk kemajuan sepak bola Jawa Barat. Itu yang ingin saya tawarkan jika dipercaya memimpin PSSI Jabar,” tegas mantan Ketua Sekolah Tinggi Musik Bandung (STMB) dengan raut wajah daria.
Perjalanan Buky ketangga puncak kepemimpinan Asprov PSSI Jabar kian mengkristal. Pasalnya kini Buky tinggal mengambil nomor urut pemilihan yang akan dibuka Minggu malam (14/12/2025) di Sekretariat Asprov PSSI Jabar Jalan Lodaya, Kota Bandung pukul 19.00 WIB.
Sebuah perjalanan awal dimulai dan sebuah kepercayaan adalah amanah dan Buky pasti memahami betul arti sebuah kepercayaan dan amanah tersebut.(den)





