Pendidikan

Pelatihan Fasilitator Daerah BK Diikuti 120 Guru Pilihan

Pelatihan Fasilitator Daerah BK Diikuti 120 Guru Pilihan

405views

BANDUNG, BANDUNGPOS– Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Daerah (Fasda) Program Bimbingan Konseling (BK) Gelombang Dua. Kegiatan ini berlangsung dalam dua tahap, yaitu asinkronus-daring pada Senin–Minggu, 8–14 September 2025, dan sinkronus-luring pada Senin–Kamis, 15–18 September 2025, pukul 07.00–16.00 WIB di SMP Negeri -36 Kota Bandung, Jalan Caringin, Kota Bandung.

Pelatihan ini diikuti oleh 120 guru pilihan dari berbagai daerah yang dipersiapkan menjadi calon fasilitator daerah untuk mendampingi rekan sejawat dalam meningkatkan mutu layanan bimbingan konseling di sekolah.

Acara  dibuka oleh DR. Edi Suparzoto, M.Pd., selaku Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung. Dalam  kesempatan itu Edi menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang terpilih dan menekankan pentingnya peran fasilitator daerah.

“Fasilitator daerah bukan hanya pendamping guru, tetapi juga penggerak perubahan di sekolah. Dengan hadirnya para fasilitator, kita berharap layanan bimbingan konseling semakin kuat dalam membentuk karakter dan masa depan peserta didik,” ujar Dr. Eddi.

Sebanyak delapan fasilitator nasional hadir membimbing jalannya kegiatan, yaitu Entang Rukman (ABKIN), Arga (BBGTK), Ari, Ega, Iis, Aisyah, Dian, dan Helnike dari Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kota Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Entang Rukman, menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah momentum penting bagi guru-guru terpilih.

“Menjadi fasilitator daerah bukan sekadar tugas tambahan, melainkan amanah besar untuk mendampingi guru lain agar semakin percaya diri dan profesional. Saya yakin para peserta di sini mampu menjadi agen perubahan yang membawa layanan BK lebih dekat dengan kebutuhan siswa,” tegas Entang.

Kasus SMPN-1 Prabumulih Sumatrera Selatan tambah Entang, jadikan pelajaran, BK memiliki peran penting menyelasaikan masalah tanpa masalah. Kasusnya unit tapi tetap harus selesai, jangan menunggu viral di media sosial.

Peserta juga merasakan manfaat nyata dari kegiatan ini. Yuni dari SMPN- 72 Kota Bandung mengaku sangat terbantu dengan pelatihan yang diberikan.

“Materi yang diberikan membuka wawasan baru bagi kami. Saya semakin yakin bahwa fasilitator daerah punya peran penting dalam mendukung guru lain, khususnya dalam menghadapi tantangan perkembangan siswa di era digital,” ungkapnya.

Pelatihan Fasda BK Gelombang dua ini diharapkan dapat melahirkan fasilitator daerah yang profesional, inovatif, dan siap berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan konseling di sekolah.**(RM/BNN)

Leave a Response