Kabupaten/KotaPendidikan

PAUD Lestari Desa Bobo Tutup Akibat Keterbatasan Anggaran

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh tenaga pendidik, tetapi juga berpotensi mengancam masa depan pendidikan anak-anak Desa Bobo.

352views

HALMAHERA SELATAN, BANDUNGPOS —Kegiatan belajar mengajar di PAUD Lestari Desa Bobo, Kecamatan Mandioli Utara, telah dihentikan selama tiga bulan terakhir. Penutupan ini terjadi akibat keterbatasan anggaran desa yang tidak lagi mampu membiayai honor guru, baik guru PAUD maupun guru-guru SD LPM di Desa Bobo.

Menurut keterangan salah satu guru PAUD, penghentian kegiatan belajar mengajar tersebut merupakan arahan langsung dari Kepala Desa Bobo, menyusul kondisi keuangan desa yang terdampak kebijakan efisiensi anggaran desa.
“Kami tidak dapat berbuat banyak ketika anggaran desa tidak lagi mampu membiayai honor guru di Desa Bobo. Keterbatasan anggaran, ditambah kebijakan efisiensi anggaran desa, menyebabkan kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan. Keputusan ini merupakan arahan langsung dari Kepala Desa Bobo,”

ujar salah satu guru PAUD Lestari Desa Bobo.
Penutupan PAUD Lestari berdampak langsung pada anak-anak usia dini di Desa Bobo yang kini kehilangan akses pendidikan pada masa emas pertumbuhan mereka. Selama tiga bulan terakhir, tidak ada aktivitas pembelajaran dan belum terdapat kepastian kapan PAUD tersebut akan kembali beroperasi.

Kondisi ini memunculkan keprihatinan masyarakat. Pendidikan anak usia dini seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembangunan desa, mengingat perannya yang sangat penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Terhentinya layanan
pendidikan akibat persoalan anggaran dinilai sebagai persoalan serius yang harus segera ditangani.
Masyarakat Desa Bobo mendesak Bupati Halmahera Selatan, Hasan Bassam Kasuba, agar segera turun tangan dan mengambil langkah kebijakan yang konkret demi menyelamatkan pendidikan serta masa depan generasi di Desa Bobo.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh tenaga pendidik, tetapi juga berpotensi mengancam masa depan pendidikan anak-anak Desa Bobo. (PM/BNN)

Leave a Response