Bandung Raya

Mahasiswa FK Unisba Angkatan 2024 Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Sumedang, Prioritaskan Edukasi dan Skrining Hipertensi

154views

SUMEDANG, bandungpos.id – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Bandung (Unisba) Angkatan 2024 menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa bakti sosial kesehatan di International Green School, Desa Rancamulya, Kabupaten Sumedang, Minggu (8/2).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut mengangkat tema “Mersyfilogia”, yang bermakna pengabdian berbasis kebersamaan dalam pelayanan kesehatan. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus melatih keterampilan dasar kedokteran mahasiswa melalui praktik langsung bersama masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin oleh Ketua Pelaksana Mochamad Avignam Al Hadian dan Wakil Ketua Pelaksana Hasya Azizah Ramadhani Nurcahyana, dengan melibatkan mahasiswa FK Unisba Angkatan 2024 secara penuh.

Pembukaan acara diresmikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., MMRS. Turut hadir Ujang Hijrah Nugraha, S.STp. selaku Lurah Cipameungpeuk serta Venti Sulastri, Sekretaris Desa Rancamulya sebagai bentuk dukungan dari pemerintah setempat.

Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini melibatkan kolaborasi dosen FK Unisba dan para alumni yang bertugas sebagai tim medis pemeriksa. Berdasarkan informasi dari Puskesmas Sukagalih dan Puskesmas Kota Kaler, hipertensi tercatat sebagai masalah kesehatan dengan angka kejadian tertinggi di wilayah tersebut. Karena itu, program difokuskan pada pendekatan promotif dan preventif melalui penyuluhan kesehatan, pemeriksaan medis, serta pemberian obat secara gratis kepada warga.

Dalam sesi edukasi, Rizki Perdana, dr., M.Kes., AIFO-K. hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman tentang hipertensi, mulai dari definisi, dampak kesehatan, faktor risiko, hingga pentingnya skrining atau deteksi dini melalui pemeriksaan rutin. Warga juga dibekali pengetahuan mengenai pola makan sehat sebagai langkah pencegahan tekanan darah tinggi.

Setelah penyuluhan, suasana kegiatan semakin interaktif dengan adanya dialog terbuka, kuis, serta diskusi bersama masyarakat. Dari hasil percakapan tersebut terungkap bahwa sebagian warga sudah memahami bahaya hipertensi, namun belum konsisten melakukan pengecekan tekanan darah secara berkala.

Secara teknis, bakti sosial kesehatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama berupa sambutan dan penyuluhan kesehatan melalui dialog interaktif. Tahap kedua meliputi pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran antropometri, anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga general check-up sesuai kebutuhan. Tahap ketiga berupa edukasi lanjutan serta pemberian terapi berdasarkan hasil diagnosis medis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan hipertensi semakin meningkat sehingga kualitas hidup dapat terjaga dengan lebih baik. Bagi mahasiswa FK Unisba Angkatan 2024, kegiatan ini juga menjadi pengalaman belajar langsung untuk menerapkan ilmu kedokteran secara nyata di tengah masyarakat.(sani/bnn)

Leave a Response