Olahraga

NPCI Telah Menjadi Simbol Kesetaraan

303views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Kegiatan Konsolidasi Kelembagaan NPCI Jawa Barat Wilayah Bandung Raya yang diinisiasi oleh NPCI Jabar dalam sudut pandang Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ade Muzakir adalah hal positif yang harus dijaga kesinambungannya.

“Saya kira konsolidasi kelembagaan harus diefektitkan karena ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan oleh NPCI Jabar seperti misalnya ada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) termasuk ada juga materi tentang anti korupsi,” ujar Sekda Ade Muzakir usai membuka  acara Konsolidasi Kelembagaan NPCI Jawa Barat Wilayah Bandung Raya di Bumi Makmur Indah Hotel, Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (4/9/2025).

Kegiatan ini diikuti NPCI se Bandung Raya yang mencakup NPCI Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan  Kabupaten Bandung.

“Dengan dipilihnya KBB (tempat konsolidasi kelembagaan) kami ucapkan terimakasih kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jabar. Alhamdulilah ditengah isu sesar Lembang kami masih bisa menyelenggarakan kegiatan ini dengan aman dan nyaman,” kata Ade Muzakir.

Ade berharap kegiatan konsolidasi kelembagaan bisa menjadi bekal untuk NPCI di daerah terkait dengan kelembagaan, fungsi organisasi, mekanisme kerja dan yang lainnya.

“Tentu banyak hal yang akan dikupas dan dibahas oleh para nara sumber tentang materi yang disajikan. Disisi lain, aspek konsolidasi bisa mempererat fungsi-fungsi koordinasi sehingga kedepanya bisa menjadikan NPCI lebih solid,” ungkap Ade Zakir.

Sejauh ini pemerintah KBB berkomitmen mendukung olahraga berprestasi untuk penyandang disabilitas.

“Kami tidak membedakan fasilitas, bonus dan yang lainnya antara NPCI dengan KONI. Kami support semuanya. Setiap tahun kami rutin memberikan dana hibah untuk teman-teman di NPCI KBB,” tutur Ade.

NPCI menurut Ade adalah Lembaga strategis. NPCI tidak sekadar lembaga olahraga prestasi, akan tetapi pada hekekatnya telah menjadi simbol kesetaraan.

Dikesempatan yang sama Ketua I Bidang Organisasi NPCI Jabar Komara mengatakan,  kegiatan Konsolidasi Kelembagaan adalah kali keempat digelar. Yang pertama di Kabupaten Pangandaraan, kedua di Kabupaten Kuningan kemudian di Wilayah 1 di Kabupaten Sukabumi. Terakhir di wilayah Bandung Raya yang meliputi 5 kabupaten/kota, antara lain NPCI Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan  Kabupaten Bandung dengan KBB sebagai tuan rumah penyelenggaran Konsolidasi Kelembagaan NPCI Jawa Barat.

“Alhamdulilah respon dari masing-masing Pengcab luar biasa. Setelah kegiatan ini selesai, selanjutnya di wilayah 2 yaitu kota Bekasi kami akan mengevaluasi 27 kota/kabupaten terkait dengan kegiatan konsolidasi kelembagaan. Soal anggaranpun kami mengharap ada kenaikan nominal dari Dispora Jabar karena kedepan banyak sekali agenda NPCI Jabar. Yang paling krusial tentu saja gelaran Peparda VII/2026,” papar Komara.

Komara bersyukur perwakilan dari Dispora Jabar hadir pada kegiatan Konsolidasi kelembagaan. Dengan demikian aspirasi dari daerah yang minim anggaran bisa langsung didengar. Selesai kegiatan konsolidasi kelembagaan, Komara menjadwalkan akan sowan ke pemerintah setempat, ke 27 kota dan kabupaten guna mengetahui lebih jelas relationship antara NPCI dengan pemerintah setempat.

Hadir sebagai pembicara pada Kegiatan Konsolidasi Kelembagaan NPCI Jawa Barat Wilayah Bandung Raya, antara lain Drs. Agus Purwanto, M.Mpd yang membahas tentang Tata Kelola Organisasi Penguatan Kelembagaan dan Pendidikan Anti Korupsi. Kemudian Gumilar Dewandi, SH, MH membahas ihwal Kemenpora No 14 tahun 2024.

Pada sesi II tampil Eko Saefudin yang mewakili H. Aip Saputra .SE yang berhalangan hadir yang membahas masalah Sosialisasi Peparpeda 2025 dan Peparda 2026. Pemateri selanjutnya tampil Ir. Toto Hermanto, MM dengan topik bahasan Tata Kelola Keuangan Hibah. Tampil sebagai nara sumber pamungkas adalah Kabiro Humas NPCI Jabar, Adik Fachroji dengan materi bahasan Peran dan Fungsi Humas.

Dua sesi dengan 5 topik bahasan dari 5 nara sumber dimoderatori oleh Ir. H. Dodi Kusdinar. (den)

 

 

 

 

 

Leave a Response