Musik & Budaya

Ngopi Sewarung Edisi Baduy “Ternyata Ayahku yang Merusak Hutan Baduy”

Ngopi Sewarung Edisi Baduy "Ternyata Ayahku yang Merusak Hutan Baduy"

362views

Ngopi Sewarung Edisi Baduy Sebuah Novel (34)

“Ternyata Ayahku yang Merusak Hutan Baduy”

SUTEN- – menerima pesan singkat melalui WhatsApp dari Karim yang memberitahu kalau kegiatan eksplorasi minyak di dekat Tanah Ulayat Baduy adalah perusahaan asing, namun secara teknis pelaksanaan operasionalya diserahkan kepada PT Banten Persada Energy. Nama direktur utamanya Renaldi Ahmad, sama tetap dengan nama orang tua Suten.

“Bos mohon maaf, tolong cek nama Renaldi Ahmad itu alamat rumahnya dimana?” Tulis Suten kepada Karim.

Suten kembali menerima WhatsApp dari Karim lagi yang mengabarkan bahwa alamat rumah Renaldi Ahmad di Jl. Cendrawasih no 25, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Gile, gile…itu nama rumah gue;” bisik Suten dalam hati.

Bukan main kaget Suten, marah dan malu. Ternyata orang tua kandungnya sendiri yang terlibat dalam proyek bermasalah di wilayah Baduy. Bagaimana ini bisa terjadi. Apa yang akan terjadi pada dirinya bila Ayah Mursyid, Musung, Jaro Nalim, Arji Samani, dan Sanin sampai tahu jika yang sedang merusak hutan lingkungan di tanah Baduy adalah ayahnya sendiri, apa yang akan mereka lakukan pada dirinya? Apa pula nanti kata Mirsa bila ia tahu kalau laki-laki yang dicintainya sebenarnya adalah anak dari seorang pengusaha yang merusak hutan di Baduy?!

Pikirannya berkecamuk. Bingung harus berbuat apa . Langkah apa lagi yang harus ia tempuh? Segudang pertanyaan membekukan pikiran.

“Temanin aku sebentar!” seru Suten mencolek Andrea, mengajak pergi sambil melangkah tergesa-gesa menuju ke arah Sungai Ciujung. Suten terus berlari ke tengah sungai diikuti Andrea. Meloncat dari satu batu ke batu yang lain. Lalu berhenti dan duduk di sebuah batu besar di bawah rerimbunan pohon angsana seperti hendak bersembunyi dari pantauan orang lain.

“Ini rahasia besar, jangan sampai satupun warga Baduy ada yang mengetahui,” kata Suten.

“Ya kenapa. Ada apa?!” Andrea makin penasaran.

“Perusahaan bapak gue. Bapak gue yang ternyata merusak hutan di Baduy !” kata Suten. Suaranya pelan seperti berbisik. Andrea tercengang.

“Waaduh..!! waduh gawat juga ya!?” ujar Andrea sambil memegang jidat.

Dapatkan sensasinya.
Tuan Ten

Leave a Response