Olahraga

Monev NPCI Kota Bandung, Sesi Pamungkas Pembentukan Tim Inti Ke Paparnas XVIII/2024

601views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Kehadiran Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung Yadi Sofyan di sesi monitoring dan evaluasi (Monev) memiliki makna yang sangat mendasar, yakni memberi motivasi kepada atlet asal NPCI Kota Bandung yang pada Oktober mendatang akan berjibaku di pentas Peparnas XVIII/2024 di Solo, Jawa tengah.

“Saya mencoba memotivasi mereka agar lebih semangat, sekaligus mengikat mereka agar tetap tinggal di kota Bandung. Di hari ini pula alhamdulilah ada peningkatan stimulan buat para atlet. Awalnya yang kita berikan berkisar antara 750 sampai 800 ribu rupiah, sekarang meningkat menjadi Rp. 1.200.000 perbulan dan akan diberikan sampai bulan September jelang keberangkatan ke Solo,” ungkap Yadi di lintasan Atletik GOR Pajajaran Kota Bandung, Selasa (6/8/2024).

Selain atlet, pemberian stimulan uang saku tersebut didapat pula oleh seluruh manager dan ofisial.

Dalam kegiatan monev, selain pemberian uang saku, juga diberikan beberapa peralatan ke beberapa cabor. Hal ini untuk menutupi peralatan yang tidak diberikan NPCI Jabar. Meski demikian hal yang sangat menopang adalah tersedianya anggaran di NPCI Kota Bandung serta program yang telah dimiliki.

Sejauh ini – dalam penilaian Yadi, atensi NPCI Jabar terhadap atlet NPCI Kota Bandung sudah sangat bagus, meski dibeberapa hal ada juga yang harus di akomodir langsung oleh NPCI Kota Bandung.

Yadipun mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Bandung yang telah memberi perhatian kepada atlet-atletnya, khususnya dalam bentuk peningkatan nominal. Dalam pantauan langsung, Yadi menilai atlet-atlet Kota Bandung tetap semangat berlatih.

“Ini nilai plus bagi kami, sebab bagaimanapun NPCI Kota Bandung adalah penyumbang emas terbanyak untuk kontingen NPCI Jabar di ajang Peparnas,” ujar Yadi yang juga manager cabor angkat berat di Peparnas. .

Di Selasa pagi ini – imbuh Yadi, adalah hari pamungkas ihwal promosi-degrasi. Artinya tim yang terbentuk sekarang adalah tim inti. Dengan demikian kalkulasi jumlah atletpun otomatis sudah tuntas. Rinciannya dari mulai atlet, manajer sampai ofisial berjumlah 108 orang. Jumlah ini adalah yang terbanyak di Jabar.

“Persentas atlet baru dan lama nyaris berimbang. Mereka datang dari 16 cabor. Sementara satu cabor perwakilan NPCI Kota Bandung absen di Peparnas yaitu bulutangkis, hal ini berkaitan dengan kepindahan domisili atlet. Kedepan untuk menyiasatinya bakal ada perekrutan atlet bulutangkis,” papar Yadi.

Sejauh ini beberapa cabor unggulan NPCI Kota Bandung diharapkan mendulang emas, seperti misalnya cabor renang, angkat berat, catur, atletik dan tenis meja. Kelima cabor ini diprediksi bakal menjadi “tulang punggung” kekuatan Jabar di Peparnas mendatang.

Ditempat  yang sama pelatih cabor tenis meja NPCI Kota Bandung Dadan Nuryana mengatakan, sekarang ini sudah memasuki tahap akhir Pelatda. Lantaran itu hal yang lebih ditekankan adalah dari sisi tehnik bermain dan lebih banyak game-game yang harus dilakukan.

Sebanyak 12 atlet tenis meja NPCI Kota sudah siap tampil di Peparnas. Mereka terdiri dari 8 atlet putra dan 4 atlet putri. Mereka membidik 5 keping emas.

“Pada Peparnas XVII di Papua atlet tenis meja NPCI Kota Bandung hanya memperoleh 1 medali emas, dan itu atas nama saya sendiri. Sekarang ini jumlah atlet tenis meja asal NPCI Kota Bandung mengalami peningkatan  signifikan. Dari semula hanya 2 orang sekarang meningkat menjadi 12 orang,” ujar Dadan.

Ini artinya – ungkap Dadan, tergambar pembinaan yang lebih baik, setidaknya sekarang ini wakilnya sudah jauh lebih banyak. Perkara medali ada sedikit kabut gelap yang menyelimuti. Pasalnya kekuatan lawan sedikitpun belum tergambar.

“Kendala lainnya adalah soal Technical Hand Book (THB) yang sampai saat ini belum terwujud. Disisi lain, pada cabor tenis meja ada ukuran atau klasifikasi tingkat disabilitas dari 1 sampai 11, bahkan ada klasifikasi tuna netra,” ujar Dadan.

Dadan memprediksi raihan medali emas cabor tenis meja akan diperoleh lewat klasifikasi tuna rungu atas nama Syifa kemudian dari tuna grahita atas nama Intan.

“Kalau kita melihat peluang rasanya lebih dari 80 persen. Mereka bisa mendapatkannya, baik dari tunggal, beregu atau bisa juga dari ganda. Saya bisa memprediksi perolehan medali lebih jelas apabila THB nya sudah keluar,” ujar Dadan.

Menyangkut program try in dan try out akan dilaksanakan mendekati Peparnas digelar. Tempatnyapun tidak akan jauh karena ini menyangkut kondisi atlet.

Soal kepindahan tempat dari Medan ke Solo diakui  Dadan enjadi handicap tersendiri buat cabor keseluruhan, termasuk tenis meja. Sejauh ini cabor tenis meja Jawa Tengah menjadi pesaing berat Jabar.

“Mereka mencanangkan menjadi juara umum cabor tenis meja. Namun ini tentu menjadi tantangan buat kita. Kita siap tampil maksimal guna memberi yang terbaik untuk kontingen Jabar di pentas Peparnas ,” tegas Dadan. (den)

 

 

 

 

Leave a Response