Bandung Raya

Menggali Mutiara Kitab Klasik: Pandawa Resmikan Program Rutin Bulanan dengan Metode Ngalogat

23views

KAB. BANDUNG, Bandungpos.id – Paguyuban Da’i Wahdatul Amaliyah (PANDAWA) secara resmi menginisiasi dan meluncurkan kegiatan rutin bertajuk “Silaturahmi dan Ngalogat” dengan mengangkat tema besar “Mutiara Terpendam Kitab-Kitab Klasik”. Acara perdana yang digelar pada Sabtu (9/5/2026), berlangsung khidmat di Lembaga Ibadurrohman Kusumahani Al Badriyyah, Kampung Papakmangu, Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu. Sebagai komitmen jangka panjang, kegiatan edukatif ini akan diselenggarakan secara berkala setiap bulan.

Tujuan utama penyelenggaraan ini adalah memperkokoh ukhuwah Islamiyah serta melakukan revitalisasi khazanah keilmuan Islam yang tertuang dalam literatur-literatur klasik. Upaya ini diarahkan untuk menggali nilai-nilai luhur dan hikmah mendalam yang terkandung di dalamnya, guna diimplementasikan sebagai landasan moral dan spiritual yang kokoh dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemilihan fokus pada kitab klasik didasarkan pada kesadaran bahwa karya-karya ulama terdahulu merupakan fondasi epistemologi yang kokoh dan komprehensif. Langkah ini merupakan strategi vital untuk memastikan warisan intelektual tersebut tidak punah tergerus zaman, melainkan tetap relevan dan menjadi rujukan otoritatif bagi generasi masa kini dan mendatang.

Dalam konteks ini, PANDAWA hadir bukan sekadar sebagai nama organisasi, melainkan sebagai wadah kolektif para dai yang bersatu dalam visi dan misi dakwah. Melalui sinergi yang solid ini, penyampaian materi dirancang secara sistematis dan terstruktur, sehingga mampu menyentuh berbagai aspek kehidupan secara menyeluruh.

Kegiatan ini terbuka luas bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari kalangan Asatidz, Asatidzah, Masyayikh, hingga jamaah dari berbagai latar belakang. Keberagaman partisipan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem keilmuan yang inklusif, toleran, dan berorientasi pada peningkatan kualitas intelektual serta akhlak mulia.

Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan adalah penerapan metode Ngalogat, sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman makna dan terjemahan secara langsung dan komunikatif. Metode ini dipilih agar peserta dapat menangkap esensi dan substansi kitab dengan lebih efektif dan aplikatif. Adapun kitab yang menjadi rujukan kajian meliputi Hikam, I’anah, Dalilul Palihin, Madzahibul Arba’ah, hingga Al-Majmu Syarh Al-Muhadzdhab, yang dipilih berdasarkan kedalaman materi dan urgensi bahasanya.

H. Enjang Rohimat, S.Ag., M.M., selaku penggagas dan penyelenggara, menyampaikan apresiasinya dalam sambutan.

“Alhamdulillah, hari ini kita resmi membuka agenda rutin ini. Ke depannya, kegiatan mulia ini akan kita gelar secara konsisten sebulan sekali. Kami mengundang seluruh insan yang mencintai ilmu untuk hadir dan bersinergi. Besar harapan kami, ilmu yang disampaikan tidak hanya berhenti pada wawasan, tetapi mampu menjadi amal nyata yang membawa kemaslahatan dan kemajuan bersama,” ujarnya.

Melalui program rutin bulanan ini, panitia berharap dapat melahirkan komunitas yang memiliki literasi keagamaan yang kuat, mampu memahami kitab-kitab induk secara mandiri, serta memiliki integritas tinggi dalam mengamalkan ilmunya. Tujuan akhirnya adalah terwujudnya masyarakat yang religius, cerdas, dan beradab. (Ask/Id)***

Leave a Response