Bandung, BANDUNGPOS.ID – Turnamen Pencak Silat Bandung Open se Jawa Barat yang untuk pertamakalinya digelar nampaknya benar-benar menyedot animo peserta. Dalam Pekan Olahraga Tunggal Event (PORTUE) yang diinisiasi KONI Bandung beberapa waktu lalu, cabor pencak silat pun dipertandingkan. Namun formatnya berbeda dengan turnamen pencak silat kali ini karena Portue levelnya hanya di tiga kota.
“Setelah kita coba konfirmasi dengan teman-teman pengurus dan saya tantang mereka untuk menggelar event yang lebih besar, ternyata teman-teman dari pengurus IPSI Kota Bandung merespon positif. Maka diselenggarakanlah hari ini Turnamen Pencak Silat Bandung Open se Jawa Barat,” ujar Ketua Pengcab IPSI Kota Bandung Cece Muharam di GOR KONI Kota Bandung, Selasa (6/8/2024).
Menurutnya, banyak hal yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas termasuk juga insan silat Jawa Barat bahwa Bandung ini adalah kota yang ramah dan sangat familiar. Selain menjadi tempat wisata kuliner juga olahraganya punya daya tarik tersendiri.
“Output atau endingnya sederhana, yaitu ingin mencari bibit-bibit baru yang nantinya memang berprestasi di level-level yang lebih tinggi,” ujar Cece yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Bandung.
Adapun katagori usia yang dipertandingan mencakup usia dini, SD, pra remaja, remaja dan dewasa. Sementara jumlah peserta mencapai 2013, jumlah yang sangat banyak untuk sebuah event pencak silat di kota Bandung.
“Sebentar lagi kita menghadapi babak kualifikasi (BK) Porprov, dan ketika Bandung menyelenggarakan sebuah event tentunya akan direspon oleh teman-teman dari daerah lain serta dijadikan tolak ukur sampai sejauh mana pembinaan yang telah dilakukan,” ucap Cece.
Oleh karena itu – lanjut Cece, ini bagian dari penyehatan semua kelembagaan IPSI se Jabar hingga mengerucut ke penilaian sampai sejauh mana pembinaan yang telah dilakukan selama ini.
Cece berharap lewat Turnamen Pencak Silat Bandung Open se Jawa Barat lahir atlet pencak silat muda potensial yang bisa mewakili pesilat lainnya yang terlebih dahulu telah berprestasi, sebab kalau berbicara kota Bandung, disinliah gudangnya para atlet berprestasi berkumpul.
Ditempat yang sama ketua panitia pelaksana Turnamen Pencak Silat Bandung Open se Jawa Barat Andra Malela mengatakan, dari segi pelaksanaan– utamanya dari pembukaan, telah berjalan lancar. Animo peserta dan penonton – yang mayoritas orangtua atlet, membuat tempat duduk di GOR KONI KotaBandung terisi penuh.
Pembukaan diwarnai dengan atraksi menarik dari atlet-atlet pencak silat yang akan tampil di PON XXI September mendatang di Aceh dan Sumut serta penandatanganan MoU antara Pengcab IPSI Kota Bandung dengan ARS University dalam bentuk pemberian beasiswa untuk atlet pencak silat berprestasi.
Tampak hadir pada acara pembukaan, Kadispora Kota Bandung Edi Marwoto, Ketua Umum KONI Kota Bandung Nuryadi dan Ketua Pengprov IPSI Jabar Phinera Wijaya.
“Dua daerah absen mengirimkan atletnya di turnamen ini yaitu kota Bogor dan Kota Bekasi. Sebenarnya masih banyak peserta yang ingin mendaftar, tapi kami closing diangka 2013 peserta saja, sebab ini terkait dengan kuota dan regulasi dimana maksimal peserta hanya 2000. Jadi kami sebenarnya “kecolongan” 13 peserta ,” ujar Andra yang juga Sekretaris Umum Pengcab IPSI Kota Bandung..
Andra meyakini betul Turnamen Pencak Silat Bandung Open se Jawa Barat adalah turnamen bergengsi. Disisi lain ada sejumput asa yang bisa disanding dengan gengsi, yakni prestasi. Andra berharap dua sisi ini bisa berjalan seiring, demi kota Bandung, demi Jabar dan tentu nasional. (den)





