Olahraga

KONI Kota Bandung Apresiasi Kinerja dan Prestasi FORKI

209views

 

BANDUNG – Bandung Pos : Ketua Umum KONI Kota Bandung Nuryadi, menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus cabang (pengcab) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Bandung yang menggelar acara Syukuran Munggahan dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tahun 2026.

“Terima kasih saya ucapkan kepada pengcab FORKI Kota Bandung yang hari ini melaksanakan kewajiban organisasi melalui rapat kerja cabang . Ini menunjukkan komitmen dalam membangun prestasi secara terarah,” ujar Nuryadi di Aula KONI Kota Bandung, Minggu (15/2/2026).

Menurut Nuryadi, Rakercab kali ini juga menjadi momentum syukuran atas capaian prestasi FORKI Kota Bandung dalam beberapa tahun terakhir. Rasa syukur tersebut — lanjut Nuryadi, telah lebih dulu disampaikan Ketua FORKI  Kota Bandung, Agung Satria Negara, atas keberhasilan organisasi yang dipimpinnya.

“Prosesnya cukup panjang. Selama tiga tahun terakhir pembinaan dilakukan secara konsisten hingga akhirnya FORKI Kota Bandung berhasil meraih juara umum pada BK PORPROV 2026. Itu menjadi kebanggaan bagi kami semua,” urainya.

Nuryadi menegaskan, capaian tersebut membuktikan bahwa proses pembinaan yang berkesinambungan mampu menghasilkan prestasi nyata. Ia menyebut keberhasilan FORKI Kota Bandung sebagai salah satu pengcab yang berada di posisi teratas, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi KONI Kota Bandung.

“Proses panjang itulah yang membuat kami merasa bangga. Salah satu pengcab terbaik di bawah KONI Kota Bandung kini berada di posisi teratas, yaitu Pengcab FORKI” ucapnya.

Nuryadi mengungkapkan, kontribusi FORKI Kota Bandung pada ajang sebelumnya mencapai 79 atlet dan pelatih yang terlibat di tingkat provinsi. Capaian tersebut dinilai luar biasa dan menjadi modal penting untuk memperluas kiprah hingga ke ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade.

“Untuk Jawa Barat saya kira sudah luar biasa, tetapi kami ingin atlet Kota Bandung bisa menembus level internasional. Target itu harus terus kita perjuangkan,” katanya.

Agung Fokus Transparansi dan Soliditas FORKI

Ditempat yang sama Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Kota Bandung Agung Satria Negara menegaskan bahwa kecintaan terhadap olahraga menjadi fondasi utama dalam membangun prestasi. Menurutnya, dedikasi terhadap karate tidak bisa setengah hati karena cabang olahraga tersebut telah membentuk karakter dan perjalanan hidupnya.

“Yang pertama tentu kita harus mencintai dulu olahraga ini. Saya lahir, besar, dan dididik oleh karate. Jadi ketika karate membutuhkan kita, kenapa tidak kita berkorban untuk memberikan yang terbaik,” ujar Agung.

Ia menilai soliditas internal FORK Kota Bandung tidak terlepas dari komitmen bersama seluruh unsur organisasi. Agung mengungkapkan, kekompakan yang terbangun selama ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pembinaan atlet di berbagai tingkatan.

“Alhamdulillah FORKI Kota Bandung solid. Itu bukan kerja satu orang, tapi hasil kebersamaan seluruh perguruan dan pengurus,” katanya.

Agung menjelaskan, salah satu kunci menjaga soliditas adalah penerapan sistem transparansi dalam organisasi. Seluruh program kerja, pengelolaan keuangan, hingga pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk perguruan dan bidang pembinaan prestasi (binpres).

Saat ini, FORKI Kota Bandung membawahi 17 perguruan aktif yang seluruhnya memberikan dukungan penuh terhadap program organisasi. Kontribusi tersebut, kata Agung, terutama terlihat dari komitmen perguruan dalam menyerahkan atlet-atlet terbaiknya untuk dibina di tingkat kota.

Dalam rapat kerja cabang, fokus pembahasan diarahkan pada sosialisasi hasil Raker FORKi Jawa Barat serta persiapan menghadapi PORPROV 2026. Agung menyebut pihaknya memberikan ruang khusus kepada tim binpres untuk memaparkan strategi teknis menuju ajang tersebut.

Terkait capaian BK Porprov, Agung memastikan seluruh atlet yang diturunkan berhasil lolos di 17 kelas yang dipertandingkan. Ia menegaskan latihan dilakukan secara konsisten tanpa jeda, demi menjaga kesinambungan performa atlet.

“Alhamdulillah seluruhnya lolos, ada 17 kelas. Kami tidak pernah libur, latihan rutin setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pembinaan teknis, fisik, dan mental terus diasah karena membangun ekosistem prestasi itu tidak mudah,” ungkap Agung. (den)***

Leave a Response