Bandung, BANDUNGPOS.ID – Memasuki masa purna bakti terhitung 1 Mei 2025, Kepala Bidang (Kabid) Pembudayaan Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Komarudin, merasa terkesan dengan kemitraan yang telah dijalin dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dan Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Bandung.
“Kemitraan ini semuanya bermanfaat bagi saya, selain tentunya untuk mempererat tali silaturahmi kemudian untuk menambah wawasan olahraga disabilitas dan olahraga masyarakat. Saat ini NPCI dan SOIna sudah diakui eksistensinya. Artinya sudah diterima KONI dan masyarakat umum,” ujar Komarudin pada acara Rapat Evaluasi Realisasi Belanja Hibah Organisasi sekaligus “Paturay Tineung” Komarudin dengan tiga organisasi olahraga masing-masing NPCI, KORMI dan SOIna Kota Bandung di Malaka Hotel Jalan Halimun Kota Bandung, Rabu (30/4/2025).
Menurutnya, semua institusi dimanapun sudah mengetahui ketiga organisasi olahraga tersebut. Saat ini bagi NPCI, KORMI maupun SOIna tinggal eksis dengan berbagai kegiatannya.
“Alhamdulilah semasa saya jadi Kabid Pembudayaan Olahraga di Dispora Kota Bandung, semua berjalan baik. Mereka bermitra dengan kita tanpa ada sekat. Kapanpun berkonsultasi, kami selalu menyediakan ruang dan waktu. Sinergi ini harus kapan saja dan dimana saja. Hal ini sangat bermanfaat untuk pertanggung jawaban serta untuk kegiatan operasional mereka,” tutur Komarudin.
Soal anggaran kaitannya dengan ketiga organisasi olahraga tersebut, Komarudin mengatakan dirinya hanya membantu Kadispora memperjuangkan hak-hak NPCI, KORMI dan SOIna Kota Bandung dengan data kegiatan mereka.
“Kalau ada event kan perlu dana besar dan itu perlu kami perjuangkan. Berbagai prosedur kita tempuh demi kelancaran pembinaan di tiga organisasi olahraga tersebut,” ujar Komarudin yang telah 8 tahun mengabdi di Dispora Kota Bandung sebelum akhirnya memasuki masa pensiun.
Dalam kapasitasnya sebagai Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bandung, pihaknya selalu melakukan evaluasi setiap tahun dengan staf untuk mengecek pertanggungjawaban. Berbekal kinerja yang baik, Komarudin merasa bersyukur karena pemeriksaan di Inspektorat dan Badan pemeriksa Keuangan (BPK) semuanya berjalan lancar.
“Saya ingin berpesan dengan ketiga mitra saya (NPCI, KORMI dan SOIna) sesuai dengan tujuan awal soal pengajuan hibah yaitu untuk mengembangkan dan membina para atlet, jadi lakukan hal itu sebaik mungkin. Dengan bantuan dana hibah harapan mereka akan tumbuh lagi. Bakat dan kemampuan mereka kita bantu. Semuanya terakomodir,” ujar Komarudin.
Menyikapi purna baktinya Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bandung, Ketua KORMI Erick .M Zaky Anggara menilainya sebagai seorang pejuang di masyarakat, khususnya dilingkup olahraga masyarakat.
“Saya mengenal beliau secara pribadi dari jaman olahraga prestasi. Kita dulu merintis Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) sampai detik ini. Saya mengantarkan beliau 8 sampai 9 tahun sampai di Dispora kota Bandung,” ujar Erick.
Erick mengatakan, Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bandung adalah tipikal orang baik, tertib administrasi.
“Salah satu hal yang mengesankan dari Pak Komarudin buat saya adalah yang dari awal tidak mendapatkan dana hibah kemudian dapat dengan peningkatan nominal yang signifikan,” ujar Erick.
Erick berharap Kabid Pembudayaan yang baru nanti harus sama-sama pejuang. Karena pada hakekatnya mitra itu tidak bisa berjalan sendiri. Sinergitas harus tetap dijaga dan kekompakan harus terjalin seutuhnya.
Ditempat yang sama, Ketua NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan sangat mengapresiasi kinerja Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bandung Komarudin.
“Pak Kabid itu adalah seorang pejabat yang luar biasa. Apalagi ketika saya jadi Ketua NPCI Kota Bandung, saya banyak belajar dari beliau. Dalam penilaian saya, untuk sosok seorang pejabat, beliau adalah figur yang jujur dan lurus untuk memberi arahan kepada NPCI, terutama dibidang pelaporan. Terus terang saya banyak belajar dari beliau,” papar Yadi.
Berkaca dari semua kelebihan yang dimiliki Komarudin itulah akhirnya NPCI Kota Bandung merekrut nya di bidang Audit Internal NPCI Kota Bandung pasca pensiun dari Dispora.
“Beliau saya rasa sangat kapabel duduk di bidang itu (audit internal),” ujar Yadi.
Disisi lain Ketua SOIna Kota Bandung Abdul Karim melihat sosok Komarudin adalah orang yang telaten.
“Secara pribadi dan kedinasan beliau adalah orang yang telaten. Dari awal beliau sangat tahu tentang SOIna. Saya selalu berkomunikasi, meminta arahan dari beliau kaitannya dengan SOIna. Intinya beliau sangat memperhatikan SOIna,” ujar Abdul Karim.
Menurutnya, Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bandung selalu dapat menyambungkan SOIna dengan para pejabat di Kota Bandung termasuk dengan DPRD.
“Aturannya setiap mengajukan anggaran pasti harus prosedural. Tempuh dulu (prosedural) baru setelah itu pertemanan. Kalau tidak ada yang menyambungkan tentunya akan susah,” ujar Abdul Karim. (den)





